Tanggal 6 September kemaren, aq bersama anak-anak PMK STIMIK-AKI PATI pergi ke Semarang untuk ikut acara “RETREAT MAHASISWA MULTYPLIKASI”. Kami janjian berkumpul jam 08.00 WIB pagi di Halte Terminal Pati, tapi biasa dech kebiasaan buruk yang susah dirubah “kayak’e dah mlekat banget” yang pertama janjian jam 8 jadi ngaret ampe jam 09.00 WIB, Alhasil aku nunggu 1 jam sendirian di Halte Terminal. Yup’s,… sebelumnya aku perkenalin dulu anggotanya, Kak Kikin, Kak Kris, Hera, Tumini, Atik & aku. Kami berangkat dari Pati jam 09.30 WIB, nyampe di Terminal Terboyo sekitar jam 11.45 WIB & ke UNAKI tempat kumpul para mahasiswa jam 12.00 WIB.
Sesampai di UNAKI kami istirahat & makan siang sambil nunggu anak-anak pada kumpul (“ni acara diikuti oleh Mahasiswa Pati-Semarang jadi lumayan lama nunggunya”). Setelah ngerasa smua dah komplit, kami cabut & langsung ke Vila Elika yang terletak di Bandungan sekitar jam 13.00 WIB & nyampe jam 15.00 WIB “Eh ternyata Pak Rifan ketinggalan, tapi akhir’e dia nyusul pake motor he……he…….
”. Acara sesion demi sesion sangat memberkati & KKR demi KKR sangat mengubahkan hidup, pokoknya sungguh luar biasa. Di malam hari kami juga ngadain pesta kembang api, jadi seru banget dech.
Ya dah itu tadi singkat critanya, disini aku kan bagi berkat yang aku dapat dari acara itu, simak yach!!
Dalam retreat kali ini aq dibukakan sebuah pengertian:
“Jangan anggap kamu sudah melakukan sesuatu pada TUHAN dengan pelayananmu bila kamu BANGGA & merasa MELAKUKAN sesuatu untuk TUHAN, kamu sama dengan seekor kambing & kamu akan dicampakkan ke Api Neraka, maka dari itu berlakulah seperti domba”
Denger tu aku berpikir ya TUHAN aku ini kambing atau domba??? Selama ini aku ngrasa pelayananku hanya sekedar pelayanan & sering aku mengeluh dalam pelayanan.
Ga itu doank ada juga pertanyaan yang bikin aku makin takut, “Bila kamu mati apa kamu yakin pasti masuk surga?” pertanyaan ini dah sering aku denger bahkan pernah juga aku PI ketemen dengan pertanyaan ini. Dalam hati aku berkata “Aku yakin,karna aku percaya pada-Mu TUHAN” tapi Roh Kudus seakan berbalik bertanya “Apa yang membuatmu layak?” apakah dengan perbuatan baekmu? Pelayananmu? Amalmu? atau Ibadahmu? TUHAN tidak memerlukan itu semua.
Disini aku diam seakan pikiranku kosong bahkan suara dalam ruanganpun aku tidak dengar. Dalam kekosongan ada suara yang berkata “Bila ada teman yang mengasihimu apakah tindakanmu? Tidakkah kamu membalasnya dengan kasih juga?” maka dari itu perbuatan baek, pelayanan, amal, ibadah apakah tidak mau kau lakukan setelah anugrah Surgawi dari TUHAN turun keatasmu yang bukan sekedar kasih dari seorang teman? Yesus bukan sekedar temanmu, Dia adalah Allah & Dia adalah TUHAN, bahkan Dia rela mati hanya untuk menebus dosa kita. Setelah tahu itu, apakah smua perbuatan baekmu bisa menyelamatkan? Jadi perbuatan baek, amal, ibadah, pelayanan, lakukan itu sebagai tanda ucapan syukur bukan suatu hal yang bisa menyelamatkanmu! Jadi jangan merasa kamu bisa masuk surga dengan usahamu. Sebutir telur busuk tidak akan bisa berubah menjadi telur segar dengan usahanya sendiri, tapi ditangan TUHAN semuanya jadi mungkin.
Dengar hal itu aku hanya bisa “Ampuni aku TUHAN, ampuni aku”.
Bagaimana dengan dirimu? Masihkah kau mengandalkan smua perbutan baekmu? Hanya karna Anugrah-Nya kita bisa mencapai surga.



seep banget pras,,,,, apa yang kamu dapet dari retreat ini, jangan lupa bagikan juga untuk adik2 pelajar multiplikasi yang ada di pati, tayu, maupun juwana ya..
terus lapangkan tempat kediamanmu, kembangkan tenda kemah mu,, terus maju
semangat multiplikasi ya…
Do The Best For PAPI…
JBU
Rebez dech pokokke pak….
wah semoga doanya terkabulkan…
Amin
wah..sungguh luar biasa memang ‘tangan2 Tuhan’…semoga senantiasa dirahmati olehNya…amin
…
Yup’s amin.
ini retreatnya di mana? Girisonta kah? aduh kangen ke sana lagi. ANyway, katanya kita gak boleh pamrih, jadi berbuat baiklah dengan setulus hati… salam
kasihan bget lo…. masa mau aja di bilang kambing atw manusia..inget broooo lo manusia..klo lo domba atw kambing…tuhan lo apa? monkey??? wkwkwkwkwk..
Bener banget mas aku bukan kambing ato domba tapi aku ni manusia, tapi yang dimaksud dengan kambing & domba disini adalah sifat baik (domba) & sifat jahat (kambing). Jadi disini kambing & domba mengilustrasikan kita sebagai manusia, bagaimana kita memandang segala perbuatan baik kita didunia ini dan terhadap TUHAN, apakah dengan pamrih ato iklas?
lam kenal ajah
Yup’s sama2 mas salam kenal juga
terima kasih atas pencerahannya
sahabat
kau adalah hamba
yang berusaha tetap bijak
beragama itu yang bener yach, jangan pakai perasaan aja. tapi dipikirkan dan direnungkan.
goooods!
nice posting
JELOU