Rancangan yang tertulis untukmu

2 05 2009

Sore tadi waktu bangun tidur aku dikagetkan dengan sebuah sms yang isinya “Nanti sore Alfin AFI mau mampir ke greja, ajak temen-temen datang yach (^^), GBU.“. Pertama aku pikir sms tu hanya candaan tapi ternyata itu beneran :D .

Singkat crita disitu Alfin sharing tentang kehidupannya dan berbagi berkat firman pada anak-anak pemuda JKI. Disitu aku mendapat suatu hal yang sangat luar biasa yang slama ini talah aku lupakan. Bagian kita!!! Setiap manusia pasti memiliki bagian dalam siklus kehidupan ini, entah itu menjadi guru, dosen, tukang becak, pemulung dan apapun itu. Nach….. mari kita berfikir sejenak apa bagian kita dalam hidup ini???

Bagian disini saya anggap sebagai panggilan atau bisa juga disebut profesi yang seharusnya kita jalankan. Bila kita tahu stiap panggilan buat diri kita pasti tugas atau kewajiban yang harus kita kerjakan terasa menyenangkan. Nach, disini saya mengajak Anda buat berfikir sejenak tentang arti panggilan. Kita tahu bagaimana TUHAN menciptakan jagad raya ini, semua tlah TUHAN atur sedemikian rupa sampai detail dan hal sekecil-kecilnya. Sama halnya dalam suatu panggilan, TUHAN tlah atur itu sebelum kita terbentuk dalam rahim Ibu. Jangan bilang panggilan yang TUHAN taruh adalah supaya kita menjadi pengkabar agama saja. Bukan brarti saya anti dengan pengkabar agama atau hal-hal yang agamawi, tapi disini mari kita bahas dalam arti luas & profesional saja. Coba saja difikir bila smua jadi pengkabar agama siapa yang akan jadi guru, tukang becak, astronot, presiden, penjambret, pembunuh dan lain-lain??? Toh tukang becak, astronot, gurupun bisa saja jadi pengkabar agama, tapi pengkabar agama belom tentu bisa jadi guru, astronot, ilmuan, presiden dan lain-lain, benarkan???. Trus bagaimana kita tahu panggilan yang ada pada diri kita?? bila kalian tahu bakat dan kemampuan diri sendiri, kalian tidak perlu bertanya soal ini. Stiap orang pasti punya bakat dalam hidupnya, jadi kembangkan bakat itu karna itulah panggilan atau bagian dalam hidupmu! Dan ingat satu yang terpenting, bakat adalah 70% kemampuan yang lebih menonjol yang stiap manusia miliki dibanding kemampuannya yang lain, jadi masih ada 30% bagian yang lain, tinggal mana yang mau Anda kembangkan menjadi sebuah panggilan atau bagian dalam hidupmu (^^).





Maju Melangkah dan Berfikir Benar

6 04 2009

Maju melangkah dapat didefinisikan sebagai awal menuju suatu hal yang ingin dicapai. Dalam meraih suatu hal yang ingin dicapai membutuhkan suatu usaha tentunya. Kita lihat saja seorang anak kecil yang masih balita, bagaimana proses hingga akhirnya si balita dapat berjalan. Suatu pencapain juga perlu adanya berani brubah, kita bayangkan saja hal yang sering kita dengar “sejarah Bangsa kita”, bagaimana proses bangsa kita bisa meraih kemerdekaan?? Mereka berani berubah dari suatu pandangan yang kolot mementingkan diri sendiri menjadi seorang yang beridealisme “Bersama kita teguh bercerai kita runtuh”. Dalam semua itu pencapaian juga perlu adanya suatu pengorbanan, disini adalah hal yang paling penting. Bila kita ingin sukses kita perlu berkorban, contoh dalam pengorbanan disini sangat banyak bisa kita ambil dari diri sendiri, orang lain, cerita-cerita,dll.

Sebagai contoh yang sering kita alami sebagai anak muda adalah seorang gadis. Bila kita mengingini seorang gadis menjadi pacar kita, apa yang kita lakukan? Yang pertama kita melakukan “Proses” pendekatan seperti proses anak balita yang ingin berjalan. Tentunya yang namanya proses pasti memerlukan juga “Perubahan” dimana yang dulunya kita gak tahu kepribadian, tingkah laku si gadis apa yang disukai maupun yang tak disukai kita dipaksa berubah mengerti dan memahami sang gadis ini tentunya. Semua itupun tak luput juga dari “Pengorbanan”, kita bakal mati-matian melakukan segala cara untuk mendapatkan hati si gadis. Seperti halnya kita berkorban waktu, tenaga, uang dan pikiran hanya untuk memikirkan si gadis.

Itulah sbagian usaha yang dapat kita lakukan dalam meraih suatu hal yang ingin dicapai, tapi itu smua cuma usaha manusiawi kita, ingat yang menentukan adalah Allah. Jadi kita harus sertai smua itu dengan doa. Berbicara tentang doa aq jadi teringat 2 macam penyembahan yang salah yang sering dan sudah menjadi kebiasaan buruk yang sering dilakukan.

Yang pertama adalah “Penyembahan Berhala”. Penyembahan berhala bukan hanya cuma menyembah patung tapi bisa jadi menjadikan manusia, hobi, dll menjadi suatu hal yang lebih dari Allah tanpa kita tak sadari sekalipun. Contohnya tanpa tidak sadar kita sering menjual iman kita sperti halnya kita sms “Ketik Reg spasi ramal, spasi zodiac, spasi,……dll”, yang aku benci dari negara ini adalah sok Alim padahal busuk didalamnya beraninya menghakimi tak mau dihakimi. Liat saja bila ada suatu orang yang yang terang-terangan melenceng dari norma agama kita serentak berkata “KAFIR” kita tidak menonton diri sendiri apa yang slama ini kita lakukan. Bila ada yang tidak disukai kita slalu fonis dengan kata “KAFIR” dan “NAJIZ”, padahal hal najiz dan kafir itu ada dan sudah merakyat sperti kirim sms REG spasi,….. bahkan ada yang terang-terangan sperti Ponari, liat apakah ada suara “KAFIR”? mengapa tidak terdengar? Karena mereka merasa membutuhkan tak peduli dengan kata “KAFIR” dan “NAJIS” lagi. Karena hal sperti itulah para pembuat kekafiran membuat tameng yang besar dari kebodohan kita. Pernahkan kita berfikir bila kita berkata “KAFIR” pada seorang dukun dan dia menjawab “Apakah salah bila aku bisa melakukan kebaikan, menyembuhkan orang, membantu masalah orang, dengan apa yang aku bisa?”. Bila kita berfikir secara mendalam, penyembahan berhala adalah kita menyembah berhala agar berhala itu melayani kita, liat saja difilm-film atau mungkin disekitar anda, stiap orang yang menyembah berhala mengharapkan sesuatu kepada sang berhala untuk mengabulkan permintaan kita, bener gak? Jadi bila kita menyembah berhala sama halnya kita adalah “BOSnya SETAN” ya gak? Jadi apakah layak kita disebut manusia lagi?

Penyembahan yang salah kedua adalah “Memberhalakan Allah” ini sama halnya seperti menyembah berhala cuma yang membedakan kali ini Allah sebagai obyek yang melayani kita. Tanpa tidak sadar kita sebenarnya sangat-sangat kurang ajar kepada Allah. Kita sering berdoa, menyembah Allah hanya agar Allah melakukan keinginan kita seperti kita berdoa hanya karena kita ingin diberkati, mendapat jodoh, agar kita pandai, dll. Padahal tanpa kita mintapun Allah pasti memenuhi kebutuhan kita, bila ada yang menghalangi berkat kita, intropeksilah diri apa yang menghalangi berkat itu turun atas kita, apakah kelakuan kita, perkataan kita atau apa saja yang menjadikan dosa menjadi penghalangnya.





1 lagi yang pulang di hari rabu

13 02 2009

Cuaca cerah tapi mata sulit sekali aku buat bangun, mungkin karena semalem aku bermain internet sampai pagi. Sperti biasa kalau bagun siang pasti kekampus bakal males rasanya. Yach, walo malez tapi tetep aku brangkat. seperti biasa gak ada perasaan aneh yang melanda aku waktu itu, paling cuma rasa ngantuk yang sangat yang menyerang aku.

Dari jam 3 sore prasaanku mulai terusik pengen pulang entah knapa, tapi karna sore aku piket jaga ujian dikampus akhirnya prasaan itupun aku buang. Akhirnya prasaan pengen pulang aku terjawab pada jam 5 sore,.
bip,…bip,…bip,… HP aku bergetar dalam sakuku.

“Pras nenek sudah pulang,…… cepet pulang yach…… bip,…bip,…”

Sempat aku terdiam denger kabar itu, setelah tersadar akhirnya aku langsung pulang kerumah tak inget lagi dengan piket ujian tu. Entah apa rencana TUHAN dengan smua kejadian ini, aku bingung dengan rencana-Nya. Baru ja pada hari rabu januari kemaren Bu Eva dia panggil gak lama Nenek juga dipanggil juga pada hari rabu :sad: . TUHAN bri aku pengertian apa maksudmu dengan smua ini???? Aku tau smua itu mendatangkan kebaikan,… Ajar aku taat & tak jauh dari rancangan-Mu, jangan biarkan aku berbelok karena keadaan ya TUHAN…….





Mendung yang Membasahi Benih

3 02 2009

Karena bagiku hidup adalah Kristus
Dan mati adalah keuntungan.
( Filipi 1 : 21 )

Duka karna ditinggal seseorang memang sangat menyedihkan, tapi berkelanjut dalam kesedihan tidaklah baik apalagi kepergian seseorang yang kita sayangi adalah untuk pulang dan merasakan kesenangan dalam rumah BAPA (Surga).

Rabu tanggal 28 Januari 2009 untuk terakir kalinya sosok wanita ceria, Dosen sekaligus mami rohani, pembimbing PMK STIMIK AKI Pati dan Pengurus Pemuda JKI Tabernakel Pati Ibu Eva Juniatri, M.Kom aku liat. Tanpa tanda dan firasat apapun dari pagi sampai siang aku sempat ngobrol dengan beliau, bahkan sempat juga beliau menyampaikan firman pada persekutuan di kampus siang itu. Rasanya kata – kata siang itu masih hangat baru aku dengar,

“Rancangan TUHAN ternyata bisa terhenti,
Dan itu semua karena kita yang menghentikannya.
Mari kita berdoa dan meminta agar rancangan TUHAN tidak terhenti
Dalam hidup kita.
INGAT!!!
Hidup kita bukanlah sampai ditanggal 28 ini, jadi lanjutkan
Hidup kita sesuai rancangan TUHAN.”

Akhir dari sebuah persekutuanpun beliau masih sempat meneguhkan hati anak – anak PMK dan mengirim sms mengingatkan pelatihan KTBK ke anak – anak Pemuda JKI, tapi siang kata ucapan “aku pulang dulu yach nanti ketemu digreja, inget jangan ampe telat lo!!” membrikan isyarat akan kepulangannya ke rumah BAPA. Kabar tentang kepulangannya memang sempat membuat tawar hatiku akan TUHAN, tapi dibalik itu ternyata TUHAN membrikan kekuatan dan menambahkan kekuatan dalam hidupku. Dalam duka ini aku mendapat sangat banyak pelajaran akan pertumbuhan kerohanianku.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. ( Yohanes 12 : 24 )

Dalam firman itu aku memetik suatu pelajaran, TUHAN memanggil beliau adalah untuk menumbuhkan kerohanianku, TUHAN membukakan pengertianku bahwa selama ini beliau sudah menabur benih-benih gandum tapi selama ini benih itu tidak tumbuh karena tidak dapat akan air, maka TUHAN membuat awan mendung untuk membasahi benihku lewat kepergian beliau agar kerohanianku tumbuh.

Bila mendapat suatu kesenangan, mengucap syukur adalah suatu yang mudah bahkan sering dilupakan, tapi mendapatkan suatu musibah sering TUHAN yang dipersalahkan. Kata-kata itu mungkin biasa kita dengar, tapi disini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sosok laki-laki yang sangat mencintai istrinya bahkan mungkin membuat iri stiap pasangan didunia ini karena kemesraan dan keharmonisannya yang mengalahkan stiap sinetron dan film romantis bisa mengucapkan TUHAN itu baik walau mendapat cobaan sebesar ini. Malam itu waktu aku menjenguk Bapak Samuel Joga K, M.Kom suami dari Almarhummah Ibu Eva Juniatri, M.Kom di RSU Kudus. Aku tersentak dengan ucapan beliau, padahal kondisinya sangat memprihatinkan dan ditinggal pulang istrinya karena kecelakaan itu tapi beliau masih bisa mengucap syukur pada TUHAN. Aku masih teringat jelas kata – katanya dalam rintihan,

“TUHAN Engkau sungguh baik.
Honey, sekarang kamu sudah senang dirumah BAPA(surga) ya?
Tunggu aku ya honey,…….”

Rasanya tak sanggup lagi aku meneruskan ceritaku ini, Untuk semua orang yang membaca postinganku ini aku mohon batuan doa kalian untuk kesembuhan dan pemulihan Bp. Samuel Joga K, M.Kom seperti sedia kala yang sekarang dirawat di “RS Orthopedi Dr. Suharso Solo” agar dapat cepat berkumpul kembali dengan kami Keluarga Besar STIMIK AKI PATI dan Keluarga Besar jemaat JKI Tabernakel Pati.

Thanx’s,….





Malu = SOMBONG

1 12 2008

Siapa yang gak pernah merasa malu? Pasti smua orang pernah merasakan yang namanya malu. Tapi, lihat bagaimana perasaan malumu! Apakah berlebihan atau biasa saja? Ibuku pernah bilang :

“Jadi orang jangan suka malu ntar malah malu – maluin jadinya
kamu akan tambah malu.”

Kemaren tanggal 29 dan 30 November 2008, Anak PMK ( Persekutuan Mahasiswa Kristen ) STIMIK AKI Pati mengadakan retreat Mahasiswa STIMIK di Fila Kurnia Colo Kudus. Acaranya sangat seru, asyik, dan menyenangkan. Berkat yang didapat stiap pribadi masing – masing juga dasyat. Tapi di retreat ini aku gak mendapat berkat baru bagi hidupku. Di hari pertama, di stiap sesi dan KKR aku bertanya pada Tuhan,..

“Tuhan berbicaralah………….. berkat apa yang mau Kau bri di retreat ini?”

Sesi demi sesi dan KKR aku truz simak dan cari berkat Tuhan, tapi aku tetap gak mendapatkan apa – apa. Sebelum tidur, kami mengadakan renungan. Waktu itu Pak Bayu memimpin acara itu dalam kamar, ia bertanya;

“Coba kalian ingat stiap acara yang tadi kalian ikuti, berkat apa yang
Kalian dapat? Gak mungkin kalian gak dapat berkat, Tuhan
pasti taruh suatu berkat bagi kalian gak mungkin tidak.
Coba kalian renungkan, dan kalian share stiap berkat pada kita. Belajarlah berbicara dan berbagi berkat.”

Aku bingung, soalnya aku merasa gak menerima berkat dari stiap sesi dan KKR. Waktu ditunjuk untuk share aku tambah bingung, aku coba berfikir tenang dan disini aku bertanya pada mereka tentang masalah pribadiku, waktu itu aku ngomong,..

“Tadi dan dulu waktu retreat di Bandungan, Pak Guntar pernah bilang, Pelayananmu harus maksimal karena bila tidak, gak usah ikut pelayanan. Aku merasa pelayananku selama ini biasa – biasa saja, bahkan aku ngerasa pelayananku gak maksimal. Stiap pelayanan hatiku gak tertuju pada Tuhan,
karena jalan menuju Tuhan seakan tertutup rasa malu dan takut.
Aku bingung kenapa malu = SOMBONG?
Aku rasa itu gak saling berkaitan, apa yang menghubungkan perasaan malu dan sombong?
Sebenarnya pertanyaan itu ingin aku tanyakan langsung pada Pak
Djarot yang dulu mengatakan malu = SOMBONG.
Dulu Pak Djarot pernah bilang orang yang malu adalah orang yang membesarkan sifat keakuannya. Orang yang malu selalu memikirkan aku, aku dan aku. Perasaan merasa dirinya selalu diperhatikan orang, disorot orang itulah dasar perasaan malu. Kalo dipikir memang benar, karena bila begitu selama ini aku sok jadi artis, gimana gak?
coba kalian pikir, sombong bener aku merasa diperhatiin orang, memang siapa aku ini?
Ya gak?
Aku berfikir kalau malu = sombong bila diterusin bakal menjadi egois, kenapa gak? Coba kalian pikir bila smua berfikir aku, aku dan slalu aku bila diterusin pa gak egois? Kalau smua berhubungan begitu bagaimana
caraku agar pelayananku maksimal dan aku bisa menghapus perasaan malu itu?”

Dalam hal ini aku merasa lega sudah berani mengutarakan masalahku selama ini. Disini Pak Sam sangat memberkati aku dengan jawabannya. Pak Sam berbicara bahwa perasaan malu gak bakal bisa kita hapus selama kita masih hidup, karena selama manusia masih hidup berarti kita masih tinggal dalam kedagingan dan masih sering bermain dalam kubangan Lumpur Dosa. Terus bagaimana cara kita? HINDARI itu jawabannya! Karena bila kita selalu berfikir hapus perasaan malu dan jangan liat itu, berarti kita munafik soalnya malu gak bakal bisa kita hapus dan hilang tak terlihat dalam hidup kita. Jadi cara satu – satunya adalah dengan HINDARI. Menghindar bukan berarti gak melihat, menghindar adalah menjauhi sesuatu saat sesuatu yang tidak diingini itu terlihat. Bagaimana cara kita menghindar? Disini ada 3 hal yang harus diperhatian :

1. Fokus pada tujuan = Bila kita ingin gak malu lagi, fokuskan tujuan kita jauhi perasaan malu, bagaimana caranya? Bila kita malu terhadap orang banyak, belajarlah bergaul dengan orang banyak cobalah ucapkan salam pada stiap orang yang kita temui.
2. Belajar mengucap syukur = Biasakan stiap hal yang kita kerjakan itu untuk Tuhan dengan perasaan ucapan syukur bukan suatu keharusan, kewajiban atau paksaan. Bila kita membiasakan itu maka stiap pekerjaan yang kita kerjakan bakal maksimal.
3. Penuhi kebutuhan = Hal ini berkaitan dengan mengucap syukur, penuhi kebutuhan disini adalah memenuhi kewajiban kita.

Yach jawaban itu sangat memuaskan dan sangat memberkati diriku. Aku percaya bila Tuhan didalam aku maka pelayanan maksimal pasti bisa aku lakukan.

Ech,… sebelum aku akhiri postingan ini aku punya pertanyaan. Coba kalian pikir, seberapa dekat kamu sama Allah? Bagaimana hubungan kalian bersama-Nya? Bagaimana kalian menyebut atau memanggil nama-Nya?
Tau cerita PINOKIOkan? Bagaimana Pinokio panggil Gebeto penciptanya? Bapak itulah panggilan Pinokio pada Gebeto, Tuhan atau Allahpun sama begitu, Dia ingin kita selalu panggil Dia Bapa karena hubungan Bapa dan anak sangat erat, dekat dan anak selalu membutuhkan Bapanya. Bila bapa dunia kita gak seperti yang kita ingini karena iblis yang telah merusak gambar bapa maka pandang Bapa Sorgawi Dialah Bapa kita yang sesungguhnya.

Tuhan = Panggilan hamba kepada tuannya.
Allah = Panggilan ciptaan kepada penciptanya.

Semua panggilan kepada Bapa, memang baik selama kita menyebutnya tidak dengan sembarangan, tapi panggilan memperlihatkan seberapa dekat kita dengan Bapa.
Example : Tidak mungkin kita menyebut orang yang gak kita kenal dijalan dengan sebutan Papi dan Mami. Seorang sahabat juga pasti punya panggilan akrab yang menujukkan itu sahabat, contoh gampangnya bagaimana kita panggil orang yang kita kasihi “pacar” :D ?





Muncak Ter’X-TREME, hampir merenggut nyawaku

7 10 2008

Kata Inul kalo gak goyang sperti sayur tanpa garam lain halnya dengan aku, liburan gak muncak bukan liburan namanya. Seperti postinganku sebelomnya, kemaren sabtu tepatnya tanggal 4 Oktober 2008 habis lebaran aku & kak Mardies muncak ke Gunung Argo Jombangan. Kami berangkat naek motor Pkl. 15.30 dari rumahku. Sesekali dalam perjalanan kami mampir kerumah temen sekalian silahturahmi. Jalan sangat nanjak banget, walo dah di aspal tapi motor yang kami pake tetep gak kuat buat nanjak (maklum motor tua :lol: he…he..he… “walo gitu sangat berjasa se”) alhasil aku harus jalan biar tu motor bisa tetep jalan. Karena mungkin aku punya kaki kayak sonic, Kak Mardies yang nancap duluan cari rumah Bu. Musriah (Ibu Sugeng Yusuf temen kuliah kami) pake motor bisa aku selip, yang berujung aku tersesat nuncep di SD Plukaran di desa Beji kaki Gunung Argo Jombangan. Tapi akhirnya Kak Mardies dengan ilmu kaki seribunya bisa nemuin aku & kami berhasil kerumah Bu. Musriah walo sempat tersesat & tanya-tanya orang. Sambutan Bu. Musriah & anaknya yang hangat sangat menolong kami, bahkan kamipun dijamu olehnya & dipinjami clurit & senter.

Setelah Adzan Magrib usai sekitar Pkl. 18.30 kami berangkat menuju puncak dengan bekal penerangan 1 senter batrei & 2 senter korek. Awal perjalanan sangat mudah karna da jalan yang dach dibuat oleh penduduk, walau begitu, juga sangat menguras tenaga karna jalannya sangat nanjak. Sesekali aku merasa merinding & ketakutan karena seklebat tercium kembang melati & itupun terjadi stiap kami berhenti mengobrol (Mang dasar penakut,… kembang kopi yang baunya kayak kembang melati juga bisa bikin aku merinding :lol: he….he….he…). Karena cuaca mendung & kami dach terlalu dalam masuk kehutan, sering kali kami bingung cari jalur pendakian karena gelap. Seperti yang aku takuti, akhirnya kami tersesat dalam ujung jalur yang buntu & dach gak mungkin tuk kembali. Karena keadaan gelap kami putusin tuk nekat manjat tebing didepan “ternyata tu tebing sangat tinggi & bisa membunuh kami bila terpeleset ” (aku tau tinggi waktu turun dari puncak, kata 2 temen baruku “kalian bukan manusia bisa lewat tu tebing” la truz kami ni apa mas??). Manjat step by step secara hati-hati & perlahan-lahan, bergelantungan, terperosot, kelongsoran tanah menemani kami dalam perjalanan. Parahnya ranting pegangan patah, tanah pijakan longsor & rumput peganganpun ikut jebol karena gak kuat menahan berat tubuh. Disini aku sempat putus asa, perasaan takut slalu menghantui & pikiran negatif bahwa mati terjatuh truz terlintas dalam benakku.

Badan letih capek dach terasa & tenggorakan mulai gersang , bahkan cacing dalam perut mengeluarkan amarahnya karena belom di bri sesaji. Mo makan & minum berarti mati karena melepas pegangan jadi, terpaksa kami lanjutkan perjalan dengan kehausan & kelaparan. Melihat nasib kami, seolah-olah langitpun mulai menangis dengan meneteskan airmatanya yang malah membuat keadaan semakin buruk karena rumput pegangan semakin licin :evil: . Waktu smakin gelap & dingin, tenaga yang tersisapun sangat limit, jarak pandangan mulai smakin pendek. Karena mungkin takut mati, kami tetap bertahan & trus naek & naek walo tuk matahin batang sebesar batang lidi sangat kesusahan & membutuhkan waktu yang lama. Perjuangan kami akhirnya membuahkan hasil, kami menemukan tempat yang bisa untuk istirahat. Mungkin karena terlalu senang, aku naek dengan terburu-buru akhirnya kakiku mengalami kram parah yang sakitnya sungguh luar biasa :cry: . Dalam situasi kerintihan kami gunakan waktu tu buat istirahat, mengairi tenggorokan yang dach gersang & memberi sesaji pada cacing perut biar gak marah lagi. Waktu istirahat kami menemukan jalur pendakian, kami putuskan tuk mengikuti jalur tu. Walo sempat tersesat lagi tapi akhirnya kami sampai puncak. Kami sampai dipuncak Pkl. 23.30 jadi perjalanan pendakian kami lalui selama 5 jam yang seharusnya bisa ditempuh hanya dengan 2 jam jalan santai. Di puncak kami bertemu dengan 2 orang pendaki bersodara dari desa Bongsri Pati. Kami ditolong mereka dengan dipinjami kompor gas buat masak & diijikan tidur dalam tenda mereka. Keesokkan paginya masak-masak & aku puas-puasin melihat pemandangan di puncak. Setelah kabut tersapu bersih oleh angin kami putusin tuk turun bersama. Waktu turun Cuma memakan 1 ½ jam kurang karena jalan menurun. Wach tu sungguh pengalaman yang bakal sulit aku lupain. Smua tu dapat aku lalui & masih di bri kesempatan bernafas tu smua sungguh anugrah TUHAN. Tnx’s God,…… :D





Surga, Sungguh Luar Biasa Kasih-Mu TUHAN

15 09 2008

Tanggal 6 September kemaren, aq bersama anak-anak PMK STIMIK-AKI PATI pergi ke Semarang untuk ikut acara “RETREAT MAHASISWA MULTYPLIKASI”. Kami janjian berkumpul jam 08.00 WIB pagi di Halte Terminal Pati, tapi biasa dech kebiasaan buruk yang susah dirubah “kayak’e dah mlekat banget” yang pertama janjian jam 8 jadi ngaret ampe jam 09.00 WIB, Alhasil aku nunggu 1 jam sendirian di Halte Terminal. Yup’s,… sebelumnya aku perkenalin dulu anggotanya, Kak Kikin, Kak Kris, Hera, Tumini, Atik & aku. Kami berangkat dari Pati jam 09.30 WIB, nyampe di Terminal Terboyo sekitar jam 11.45 WIB & ke UNAKI tempat kumpul para mahasiswa jam 12.00 WIB.

Sesampai di UNAKI kami istirahat & makan siang sambil nunggu anak-anak pada kumpul (“ni acara diikuti oleh Mahasiswa Pati-Semarang jadi lumayan lama nunggunya”). Setelah ngerasa smua dah komplit, kami cabut & langsung ke Vila Elika yang terletak di Bandungan sekitar jam 13.00 WIB & nyampe jam 15.00 WIB “Eh ternyata Pak Rifan ketinggalan, tapi akhir’e dia nyusul pake motor he……he……. :lol: . Acara sesion demi sesion sangat memberkati & KKR demi KKR sangat mengubahkan hidup, pokoknya sungguh luar biasa. Di malam hari kami juga ngadain pesta kembang api, jadi seru banget dech.

Ya dah itu tadi singkat critanya, disini aku kan bagi berkat yang aku dapat dari acara itu, simak yach!! :D

Dalam retreat kali ini aq dibukakan sebuah pengertian:

“Jangan anggap kamu sudah melakukan sesuatu pada TUHAN dengan pelayananmu bila kamu BANGGA & merasa MELAKUKAN sesuatu untuk TUHAN, kamu sama dengan seekor kambing & kamu akan dicampakkan ke Api Neraka, maka dari itu berlakulah seperti domba”

Denger tu aku berpikir ya TUHAN aku ini kambing atau domba??? Selama ini aku ngrasa pelayananku hanya sekedar pelayanan & sering aku mengeluh dalam pelayanan.

Ga itu doank ada juga pertanyaan yang bikin aku makin takut, “Bila kamu mati apa kamu yakin pasti masuk surga?” pertanyaan ini dah sering aku denger bahkan pernah juga aku PI ketemen dengan pertanyaan ini. Dalam hati aku berkata “Aku yakin,karna aku percaya pada-Mu TUHAN” tapi Roh Kudus seakan berbalik bertanya “Apa yang membuatmu layak?” apakah dengan perbuatan baekmu? Pelayananmu? Amalmu? atau Ibadahmu? TUHAN tidak memerlukan itu semua.

Disini aku diam seakan pikiranku kosong bahkan suara dalam ruanganpun aku tidak dengar. Dalam kekosongan ada suara yang berkata “Bila ada teman yang mengasihimu apakah tindakanmu? Tidakkah kamu membalasnya dengan kasih juga?” maka dari itu perbuatan baek, pelayanan, amal, ibadah apakah tidak mau kau lakukan setelah anugrah Surgawi dari TUHAN turun keatasmu yang bukan sekedar kasih dari seorang teman? Yesus bukan sekedar temanmu, Dia adalah Allah & Dia adalah TUHAN, bahkan Dia rela mati hanya untuk menebus dosa kita. Setelah tahu itu, apakah smua perbuatan baekmu bisa menyelamatkan? Jadi perbuatan baek, amal, ibadah, pelayanan, lakukan itu sebagai tanda ucapan syukur bukan suatu hal yang bisa menyelamatkanmu! Jadi jangan merasa kamu bisa masuk surga dengan usahamu. Sebutir telur busuk tidak akan bisa berubah menjadi telur segar dengan usahanya sendiri, tapi ditangan TUHAN semuanya jadi mungkin.

Dengar hal itu aku hanya bisa Ampuni aku TUHAN, ampuni aku”.

Bagaimana dengan dirimu? Masihkah kau mengandalkan smua perbutan baekmu? Hanya karna Anugrah-Nya kita bisa mencapai surga.