MITOS

28 04 2008

Wah ternyata banyak juga anak muda jaman sekarang yang masih percaya ma “MITOS”. Sebenernya ga da niat buat aku pengen mosting ini, tapi karena banyak temenku yang stiap kali aku ajak pergi muncak pada ga mau karena mitos “(Aku ga dibolehin pacarku ikut, sebenernya mau ikut tapi kalo pacarku ga ikut aku juga ga mau ikut karena katanya kalo pergi ke G. Muria sama pacar ntar pulangnya pasti putus)” akhirnya aku posting MITOS ini.

Kalo kalian tahu sebenernya Apa itu MITOS pasti kalian ga bakal takut sama mitos “(Ya sich jadi orang jawa kita juga harus “Njawani”( asalnya orang jawa jangan lupa ma adat jawa) )”.
Mitos itu ada sebenernya bukanlah sesuatu yang harus kita takuti, tapi mitos lahir itu karena suatu hal yang harus kita taati, tapi taat disini bukan sesuatu yang harus kita jadiin suatu hal yang menakutkan buat kita. Sebenernya kalo kita selidiki mitos bukanlah suatu hal yang 100% akan terjadi karena mitos itu sendiri berasal dari sebuah omongan seseorang yang menyebar dan menurun sampai ke kita. Mitos ada karena mungkin orang dahulu menganggap ajaran yang baik untuk anaknya adalah dengan menakut-nakuti anaknya supaya mereka percaya & takut akan suatu hal ( mungkin anak-anak jaman dahulu juga badung-badung kayak kita ) biar mereka menurut sama perkataan orang tua maka para orang tua mengatakan sesuatu hal (yang sekarang kita yakini bakal terjadi) yang sering kita sebut mitos.

Tapi ternyata keberadaan mitos salah dalam kehidupan kita, kita sering menganggap mitos itu suatu hal yang menakutkan dan pasti terjadi dampak buruk kalo kita melanggarnya. Memang keberadaan mitos tidak sepenuhnya buruk bagi kita, tetapi itu semua tergantung pada kita yang mampu memilah mana yang baik buat kita. Mitos dapat terjadi karena kita menYAKINi ( mengIMANi ) mitos tersebut, cobalah kalian renungkan salah satu dari mitos contohnya, “Anak perempuan kalo makan jangan didepan pintu ntar kalo menikah bakal terhenti ( ga jadi menikah )” padahal kata-kata itu terlontar biar anaknya ga makan didepan pintu karena tidak sopan, trus ada lagi “Jangan menggunting kuku malam-malam ntar kamu ga bakal bisa melihat orang tuamu di waktu akhirnya” coba kalian pikir juga itu, padahal itu terjadi juga karena orang tua kawatir sama anaknya soalnya kalo menggunting kuku malam-malam itu bahaya karena jaman dulu belom ada lampu keadaan masih gelap ga seterang waktu sekarang.

Pokoknya mitos itu lahir karena orang tua ingin menuntun kita ke jalan yang baik tapi bukan semua mitos harus kita yakini, pikir dahulu mitos yang kita dengar apa itu baik & masuk akal, bila itu baik & masuk akal ga da salahnya kita percaya karena itu demi kebaikan kita sendiri.

Tapi yang mesti saya tekankan adalah percayalah sama kuasa TUHAN karena smua ga akan terjadi tanpa siijin-Nya. Jadi intinya satu saja yang harus kamu yakini yaitu TUHAN saja.

GBU

Iklan

Aksi

Information

8 responses

29 04 2008
Pras

Jangan takut mitos, takutlah sama TUHAN. OK!
CIAYO!!…

29 04 2008
Mardies

Pras, tulisanmu iki apik lho. Luwih apik maneh yen dibagi dadi paragraf2. Dadi sing maca isa kepenak.

Terus nulis ya.. 😀

29 04 2008
fantasyforever

Hmm, jujur, mitos ini sering kali menghantui masyarakat Indo. Mari sekarang kita flashback kebelakang. Kenapa sih ada mitos itu sendiri? Mitos sendiri adalah Gambaran tentang sesuatu yang dipercayai (diimani seperti yg anda katakan). Kalo mitos itu tidak dipercaya, mitos itu ga bakalan terjadi. Ya, memang untuk men-tidakpercayai mitos itu sulit karena memang budaya timur adalah budaya yang percaya sesuatu yang berbau magis. Cuma Tuhan yang tau semuanya memang. GBU.

30 04 2008
Pujangga

Wah thx’s mas komennnya, ya ni dah aku benahi. Moga-moga ja apa yang aku posting bisa bermanfaat. Pokoke muncak, OK~!! 🙂

2 05 2008
Suhadinet

Mungkin orang tua dulu tu ndak bolehin muncak ma pacar karena suasananya di sana bisa bikin lupa daratan, kan bahaya juga to?

2 05 2008
gajahkurus

Mitos (pamali basa sunda), saya lihat sisi postifnya, tidak serta merta dimaknai secara harfiah.
Misalnya jangan memotong kuku malam-malam, maksudnya baik supaya jari tidak terpotong. Jaman itu kan belum ada listrik jadi gelap hehehe.
Jangan duduk/berdiri di pintu, maksudnya supaya tidak menghalangi orang lewat.
Di daerah saya ada kampung adat yang ‘mengharamkan’ warganya masuk ke hutan larangan (hutan lindung), sisi positifnya hingga sekarang hutan itu tetap hijau, aman dari jamahan manusia.

6 05 2008
Elfrida

Wah, bener banget. Kita sebagai Anak PAPI gak boleh percaya sama mitos. Kita harus percaya kepada PAPI doank. Cz gini Pras, dulu q ma temen2 grejaku juga pernah pergi ke Montel (salah satu air terjun di pegunungan Muria), nah pas pergi itu ada 3 pasangan yang masih pacaran. Dan saat ini salah 1 dari ke 3 pasangan itu sudah menikah, dan yang 2 lagi sudah tunangan. Dari hal inilah, q bisa menarik kesimpulan, jika mitos itu tidak akan berlaku jika kita tidak mempercayainya.
GBU

14 05 2008
rhainy

wah mas…aku juga agak sebel tuh ama segala mitos..(soale kadang2 emang jadi takut hhehehe)..dan aku pernah nulis tentang mitos ini dengan judul ‘pamali’ di blog ku…mampir ya!!! (btw…tq udah mampir ke blog ku)
salam kenal…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: