Lupakan Sejenak JENI dengan Liburan

12 01 2009

Wuach,….. aku menguap terus karena pagi itu aku belom sempat memejamkan mata dan beristirahat tidur karena di greja ada acara “Doa Semalam Ceria”. Sekitar jam 4.30 pagi acara sudah selesai tapi, aku masih terpenjara dalam gereja karena hujan mengguyur bumi tiada henti waktu itu. Dengan modal nekat akhirnya sekitar jam 7.00 aku pulang dengan bermandikan air hujan yang menemani dalam perjalanan.

Sampai dirumahpun tak kalah mau mengganggu tidurku, Atik dengan jari seribu kilat menghantam aku dengan jurus SMSnya. Akhirnya perasaan ingin tidurpun lenyap karena melihat rengekan SMS darinya yang inti dari SMSnya dia dilarang ortunya untuk ikut liburan nanti. Setelah baku hantam dan mengeluarkan jurus unek-unek melalui jaringan GSM akhirnya atik kalah telak dan gak membalas jurus superku. Akhirnya biar gak kantuk lagi aku putusin buat sarapan dengan ditemani secangkir kopi di atas meja. Setelah selesai sarapan aku mandi truz packing dan berangkat ke rumahnya cool leader tempat berkumpul anak – anak BeCak yang mo liburan. Kali ini Team BeCak kedatangan anggota baru yaitu Fera atau biasa juga dipanggil Miss English. Seperti biasa Team BeCak yang beranggotakan Ruli (Ketua), Kak Armant (Mr. Cool), Kak Mardies (Si Jenius), Sepasang sejoli Kak Waluyo & Kak Enik, Pras (aku tentunya), Kak Eve (Evech), Atik (Elfrida), ditambah Fera siap meluncur dan pergi liburan. Kali ini kami berlibur ke tiga lokasi, lokasi pertama adalah TADAH HUJAN yang berada diujung selatan Kota Pati di desa Sukolilo.

td21

Kami melesat dengan menunggangi sepeda motor dari rumah Cool sampai ke lokasi kira – kira 1 sampai 2 jam perjalan. Sesampai disana aku tercengang dan kaget karena tempat wisata yang bagus rusak bahkan hancur. Disana banyak anak – anak muda yang berbincang – bincang, pacaran, bahkan berenang di kolam. Tapi sayang air sungai disitu yang dihiasi dengan keindahan pepohonan dan pemandangan air terjun rusak karena warna airnya yang kotor. Setelah puas menikmati kerusakan Tadah Hujan, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua yaitu Goa Wareh.

wareh

Di lokasi ini tak kalah kaget aku dengan lokasi pertama. Gimana gak kaget, ternyata Goa Pancur adalah pusat air desa itu. Disana banyak orang berbondong – bondong melakukan aktifitas air ditempat tersebut jadi jangan heran kalau kalian mau telusur Goa diperbolehkan penduduk cuma waktu malam yaitu diatas jam 7 malam. Ditempat ini kami sempat mengalami cekcok karena liburan yang diimpikan tak sesuai harapan. Akhirnya kami mutusin untuk bermalam ditempat tersebut setelah mempertimbangkan tempat terakhir gak aman buat dijadikan tempat bermalam. Keesokan paginya sekitar jam 10 pagi kami lanjutkan perjalan setelah mandi, makan, dan packing tentunya.

gp-copy

gp2

Sesampai dilokasi ke-3 yaitu Goa Pancur, dengan berdiskusi akhirnya Aku, Kak Waluyo, Cool, Ruli, Atik, dan Fera terpilih menjadi orang – orang yang akan menelusuri Goa tersebut. Dengan ditemani Juru Kunci dan 2 orang pengunjung asal Desa Karaban, kami mulai masuk dan menelusuri Goa tersebut. Jalan dalam Goa sangat sulit kami lalui karena bebatuan Goa sangat tajam ditambah dengan derasnya aliran air dalam Goa dan gelap jadi untuk memotret saja sangat sulit. Di sana kami ditunjukkan tempat pertapaan Saridin dan Kalinyamat, bahkan mitos – mitos disanapun dicritakan oleh Sang Juru Kunci. Sekitar 1,5 jam perjalanan akhirnya kami sampai disebuah mata air yang katanya memiliki berbagai macam khasiat, hanya sampai ditempat tersebut Sang Juru Kunci mampu mengantarkan kami. Dengan perasaan penasaran kami nekat melanjutkan penelusuran, kali ini Atik gak ikut karena kakinya terluka. Semakin dalam kami masuk, semakin penasaran kami akan ujung Goa tersebut. Setelah sekitar kurang lebih 1 jam perjalanan kami mengalami masalah dalam perjalanan. Di situ kami sulit meneruskan perjalanan karena ukuran Goa yang semakin menyempit yang mengharuskan kami harus berjalan sambil merangkak tertelunkup ke tanah. Karena ukuran yang sempit, kandungan oksigenpun sangat kecil yang harus memaksa kami segera keluar dari tempat tersebut. Dengan perasaan penasaran akhirnya kami putuskan untuk kembali.

Dari liburan kali ini aku dapat memetik sebuah pelajaran, “Lakukanlah semua pekerjaan dengan perasaan senang agar kepuasan yang akhirnya akan kau peroleh”. Tak kalah juga aku ingin mengajak kalian terutama Anak – anak Pati agar “Lestarikanlah semua kandungan dan keindahan alam agar anak cucu kita kelak dapat merasakan keindahan alam seperti yang kita nikmati ini”. Disini aku menyimpulkan sebenarnya kota Pati memiliki tempat pariwisata yang tak kalah dengan tempat lain bila kita mau merawat, menjaga, dan melestarikannya, Jadi apa kalian mau???