Mengenang kisah Si Gunung “CINTA”

30 03 2009

Emosi, Deg – degan itu yang aku rasa sewaktu rencana muncak yang aku nanti – natikan sempat hancur. Rasanya amarahku ampe di ubun – ubun & mau meletus seperti Gunung merapi yang mau muntahkan laharnya. Untung pencerahan dari nyokap meredam ledakan nuklir amarahku, akhirnya aku bisa santai menghadapi acara muncak yang super kacau itu.

capekWalau acara sempet hancur,tapi akhirnya terlaksana juga pada kemaren tanggal 25 maret 2008. Rabu Pkl. 14.00 WIB sehabis kuliah plajaran kewirausahaan yang diampu Ibu Ninik Haryani, SE kami berbenah buat brangkat muncak. Seperti biasa kami berkumpul di PCC Pati, brangkat Pkl. 15.00 WIB. Perjalanan sore tu lancar dan kami berhasil melesat ke rumah kepala desa Pkl. 16.30 WIB. Nach,….akhirnya perjalan dimulai tapi cayanx karna waktu cepet berlalu & akhirnya perjalan kami terhenti di pertengahan perjalanan dibawah jalur sungai setelah melewati “Tanjakan Jatuh Cinta”. Disitu kami bangun tenda, masak – masak & sperti biasa ritual bakar – bakaran sate kami lakukan dibawah sinar bintang yang terang….*so sweet… 😀 .

mandiKeesokan paginya kami bangun pagi-pagi, masak habis itu ngelanjutin perjalanan. Tak lama kami berjalan sekitar 30 menit kami sampai di jalur menuju sungai, bak anak kecil yang suka maen air kami langsung ja ceburan & mandi di sungai. Setelah puas mandi kami melanjutkan perjalanan menuju “Tanjakan Patah Hati”. Dengan susah payah mendaki akhirnya kami bisa lalui Tanjakan Patah Hati & sukses melewati “Hutan Kesepian”. Setelah cukup lama berjalan dalam hutan akhirnya kami sampai juga dipuncak “Gunung Termulus or Gunung CINTA”. Di puncak kami nikmati pemandangan sampai puas yang dulu tak bisa kami nikmati karna hujan & kabut.
image287puncak-termulusimage3261





Berpikir Kedepan

21 03 2009

Kalian tahu Thomas Alva Edison???
Pasti kalian tahu bahkan sejarah kehidupannya tak jarang dibuat sebagai motivator kehidupan. OK, kita lupakan sejenak nama Thomas, coba kalian tutup mata dan sebutkan nama-nama tokoh terkenal yang lainnya. Pikirkan saja tokoh indonesia yang saat ini namanya melambung terkenal.

Ponari ? yang punya batu ajaib bahkan ada plesetan “PONARI SWEET”.
Syeh Fuji ? orang tua yang kayaknya punya hobi kawin sama anak kecil.

Coba kalian pikir sampai kapan nama mereka masih dikenal masyarakat?
Kita pergi saja dari indonesia dan pikirkan nama-nama orang yahudi lagi, pernahkah kalian berfikir kenapa orang-orang yahudi yang selalu mencetak sejarah? Kalian tahu nama William James Sidis? Mungkin sedikit orang yang tahu tentang William. William James Sidis adalah mahkluk jenius yang pernah ada dalam dunia ini. Dalam usia 8 bulan dia sudah dapat makan sendiri memakai sendok, kurang dari 2 tahun William sudah bisa membaca bahkan setiap pagi selalu membaca New York Times, sebelum berusia 8 tahun dia bahkan telah menulis buku anatomy dan astronomy, pada usia 11 tahun dia diterima dalam universitas Harvard sebagai murid termuda bahkan kejeniusannya membuat Harvardpun terpesona. William juga satu-satunya orang yang bisa belajar bahasa asing sepenuhnya dalam satu hari dan dia telah mengusai 200 jenis bahasa dalam dunia IQnyapun mencapai 250-300. Dengan kejeniusan yang hebatpun ternyata tidak cukup untuk menjadi sukses, buktinya nama William sedikit orang yang tahu tak setenar dengan nama Thomas.

Mari sekilas kita liat sejarah Thomas, pada masa kecilnya Thomas slalu mendapat nilai buruk dikelasnya. Karna kebodohannya akhirnya Thomas dikeluarkan dari sekolah dan diajar ibunya sendiri dirumah. Saat berumur 11 tahun Thomas bekerja sebagai penjaja makanan di stasiun kereta api. Karna suatu masalah Thomas pernah dipukul oleh penjaga kereta yang mengakibatkan salah satu telinganya tuli.

Trus apa yang membedakan William dan Thomas dalam meraih kesuksesan??

Dalam meraih suatu keberhasilan ternyata hanya membutuhkan 1 % kejeniusan dan 99 % usaha. Lihat perbadingan William dan Thomas, seorang anak bodoh plus tuli bisa mengalahkan seorang super jenius dalam bidang teknologi. Salah satu kesalahan William adalah dia tidak menggunakan kejeniusannya untuk bereproduksi “berkembang” membuat suatu sejarah baru, dia hanya fakum dan cuma menujukkan bakatnya saja. Kebanyakan orang memang lemah dan malas bila telah merasa bisa akan suatu hal, padahal pada masa itu adalah masa dimana orang baru berkembang menuju tingkat kemampuan yang sesungguhnya. Pujian dan sanjungan itu baik tapi lebih baik pukulan dan makian yang membangun. Coba sekali lagi pejamkan mata kalian dan berfikirlah “Ingin jadi apa kalian kelak?”. Bila kalian merasa mampu dan ingin akan bayangan kalian terwujud lakukalah itu dari sekarang.

“Hidupmu sekarang bagian dari penentuan masa depanmu, Jadi lakukan semua yang kalian bisa.”