Berpikir Kedepan

21 03 2009

Kalian tahu Thomas Alva Edison???
Pasti kalian tahu bahkan sejarah kehidupannya tak jarang dibuat sebagai motivator kehidupan. OK, kita lupakan sejenak nama Thomas, coba kalian tutup mata dan sebutkan nama-nama tokoh terkenal yang lainnya. Pikirkan saja tokoh indonesia yang saat ini namanya melambung terkenal.

Ponari ? yang punya batu ajaib bahkan ada plesetan “PONARI SWEET”.
Syeh Fuji ? orang tua yang kayaknya punya hobi kawin sama anak kecil.

Coba kalian pikir sampai kapan nama mereka masih dikenal masyarakat?
Kita pergi saja dari indonesia dan pikirkan nama-nama orang yahudi lagi, pernahkah kalian berfikir kenapa orang-orang yahudi yang selalu mencetak sejarah? Kalian tahu nama William James Sidis? Mungkin sedikit orang yang tahu tentang William. William James Sidis adalah mahkluk jenius yang pernah ada dalam dunia ini. Dalam usia 8 bulan dia sudah dapat makan sendiri memakai sendok, kurang dari 2 tahun William sudah bisa membaca bahkan setiap pagi selalu membaca New York Times, sebelum berusia 8 tahun dia bahkan telah menulis buku anatomy dan astronomy, pada usia 11 tahun dia diterima dalam universitas Harvard sebagai murid termuda bahkan kejeniusannya membuat Harvardpun terpesona. William juga satu-satunya orang yang bisa belajar bahasa asing sepenuhnya dalam satu hari dan dia telah mengusai 200 jenis bahasa dalam dunia IQnyapun mencapai 250-300. Dengan kejeniusan yang hebatpun ternyata tidak cukup untuk menjadi sukses, buktinya nama William sedikit orang yang tahu tak setenar dengan nama Thomas.

Mari sekilas kita liat sejarah Thomas, pada masa kecilnya Thomas slalu mendapat nilai buruk dikelasnya. Karna kebodohannya akhirnya Thomas dikeluarkan dari sekolah dan diajar ibunya sendiri dirumah. Saat berumur 11 tahun Thomas bekerja sebagai penjaja makanan di stasiun kereta api. Karna suatu masalah Thomas pernah dipukul oleh penjaga kereta yang mengakibatkan salah satu telinganya tuli.

Trus apa yang membedakan William dan Thomas dalam meraih kesuksesan??

Dalam meraih suatu keberhasilan ternyata hanya membutuhkan 1 % kejeniusan dan 99 % usaha. Lihat perbadingan William dan Thomas, seorang anak bodoh plus tuli bisa mengalahkan seorang super jenius dalam bidang teknologi. Salah satu kesalahan William adalah dia tidak menggunakan kejeniusannya untuk bereproduksi “berkembang” membuat suatu sejarah baru, dia hanya fakum dan cuma menujukkan bakatnya saja. Kebanyakan orang memang lemah dan malas bila telah merasa bisa akan suatu hal, padahal pada masa itu adalah masa dimana orang baru berkembang menuju tingkat kemampuan yang sesungguhnya. Pujian dan sanjungan itu baik tapi lebih baik pukulan dan makian yang membangun. Coba sekali lagi pejamkan mata kalian dan berfikirlah “Ingin jadi apa kalian kelak?”. Bila kalian merasa mampu dan ingin akan bayangan kalian terwujud lakukalah itu dari sekarang.

“Hidupmu sekarang bagian dari penentuan masa depanmu, Jadi lakukan semua yang kalian bisa.”

Iklan

Aksi

Information

5 responses

2 04 2009
Mardies

Wah, kereeen…! Selamat, kali ini tulisan Anda mendapat nilai 8.

Nek nduwe tulisan apik ngene ya blogwalking, ah Pras!:)

4 04 2009
Pujangga

berhubung konek mas,…
Hwa,..ha,..ha,..

10 01 2010
Favian

Yang membedakan mereka cuma 1 yaitu pola asuh orangtua mereka. Coba bandingkan pola asuh yang diterima thomas saat masih anak-anak dengan pola asuh yang diterima sidis. Bandingkan juga dengan tokoh-tokoh dunia lainnya baik politik, sains, ekonom, dll.

11 01 2010
Pujangga

Hu’um itu bener bangetz,….
tapi tetap saja hidup ditentukan oleh diri kita pribadi, kita harus dapat mengerti mana yang baik dan mana buruk.

13 12 2011
hany

orang pintar tidak selallu mendapatkan ap yang mreka inginkann,, bahkan teman pun terkadang selallu brpikir yang aneh tentang kepintaran,, bukan hanya james sidis saja yang sperti itu tapi aku juga hampir sering sperti itu krna aku pntar aku slalu mendapatkan prkataan yang kurang baik di telinga jadi menurutku memang hanya diri kita yang bisa menetukan hidup kita sendiri,, sekarang aku sudah mngerti wlaupun aku tidak sangat” pntar se-pintar sidis kepintaran tidak hanya menunjukkan bakat atau keahlian tetapi harus dikembangkan

berkembang terus sampai akhir hayat 🙂
keep smile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: