Mengucap Syukur

18 10 2010

Hmmm….dalam kotbah bahkan dalam keseharian kata ini sering kali kita dengar, tapi bagaimana dalam penerapannya?

Sebagai seorang anak muda, jujur mengucap syukur adalah hal yang sulit aku lakukan. Sering aku selalu iri akan mujizat bahkan berkat-berkat yang dirasakan orang sekitarku. Dan tak jarang aku selalu berfikir ;..

”Ya TUHAN inikah yang Kau namakan ADIL? Orang lain merasakan mujizat & berkat yang luar biasa dariMu kenapa aku tidak?”

Dalam hari demi hari, bulan berganti bulan bahkan tahun demi tahun seiring berlalu, aku mulai muak akan kehidupan rohani, semua hanya aku rasakan sebagai kebiasaan saja bahkan penilaian ”Sok Rohani” sering terlontar dalam pikiranku.
Sampai setiap kelakuan, tindakan bahkan tingkahlaku yang menurutku benar itu yang sering aku lakukan tidak lagi aku mengerti baik dan jahat maupun salah dan benar, aku seperti seorang buta yang berjalan dalam keramaian pasar.
Pernahkah kalian merasakan hal yang sama sepertiku?

Bila ya, coba sekarang kita mengingat hal sepele bahkan hal yang aneh yang pernah kita rasakan. Jangan katakan tidak pernah merasakan pasti pernah, coba kamu ingat!!
Sebagai contoh adalah diriku ini yang ternyata sangat bebal gak tahu mengucap syukur bahkan berterima kasih ternyata TUHAN telah melakukan mujizat yang luar biasa menolongku dari kematian sampai 3 kali ”Wah sungguh beruntungnya aku, TUHAN masih menyayangiku”.

Semua TUHAN ingatkan padaku mungkin karna besarnya kebebalanku. Pertama TUHAN ingatkan aku waktu jatuh dari tebing yang curam dan tanahnya berbatu tapi aku tidak terluka parah waktu itu hanya lecet kecil yang aku derita, kedua TUHAN ingatkan waktu aku tersesat semalaman dalam pendakian gunung dalam situasi haus, lapar bahkan tanah yang mudah longsorpun TUHAN tetap menjagaku, ketiga TUHAN ingatkan aku kembali pada waktu pendakian gunung saat cuaca yang buruk bisa saja dan dengan mudah angin menghempaskan tubuhku ke jurang tapi TUHAN melindungiku, woww….. aku kaget teringat itu belum lagi cita-citaku kuliah yang TUHAN kabulkan bahkan gratis ditambah dapat uang saku cuma-cuma, dan ternyata masih banyak mujizat kecil dan aneh lainnya yang pernah aku alami.

Intinya bagi kita kadang yang kita alami adalah hal sepele tapi bagi orang lain itu suatu mujizat yang luar biasa, tinggal bagaimana dan siapa yang menanggapi serta meresponnya.
Akhir kata slalulah mengucap syukur jangan iri akan mujizat dan berkat orang lain karna TUHAN telah sediakan berkat dan mujizat bagi kita masing-masing menurut kebutuhan kita, ada baiknya kita selalu mengingat kebaikan TUHAN dalam hidup kita untuk menjaga hati kita dari keiriian.

Tetap Smangat!!
TUHAN Yesus Memberkati.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: