Si Bodoh & Si Pintar

19 10 2010

Mendengar tema or judul diatas pasti kalian ngira ini bakal bahas tentang cerita Alkitab, tapi buang jauh pikiran itu karna ini hanya cerita pengalamanku yang aku anggap bagus buat share ke temen-temen.
Cerita ini terjadi pada siang hari, disaat aku sibuk, temen sekantorku cloteh menanyaiku suatu hal yang menurutku aneh “Tau gak apa bedanya orang pinter & orang bodoh?”, karna saat itu aku sibuk aku bilang gak tau aja, tapi tau gak kalian apa jawabannya?? Pnasaran?

“Orang bodoh selalu sadar akan kebodohannya makanya dia membodohi (mempekerjakan) Orang-orang pinter untuk jadi kaya, sedangkan orang pinter
Setelah sadar di bodohi orang bodoh, dia sudah terlambat! Karena itu gak ada orang pinter yang menjadi kaya”.

Mendengar perkataan itu aku merasa aneh kok bisa, tapi dalam kenyataannya liat deh smakin lama kita ikut dalam panggung sandiwara pendidikan & semakin tinggi kita memperoleh gelar, maka pluang pekerjaan makin banyak kita dapat. Dalam kesibukan yang menjerumus ke berbagai hal sesat akhirnya GOD ingetin aku tentang khotbah Mas Yuli dulu tentang Williams James Sidis waktu ibadah pemuda dulu. Dalam kotbah dijelaskan bahwa Williams adalah orang terpandai dalam sejarah dunia, tapi sadar gak kalian bahwa nama Williams ini justru kalah terkenal dibanding nama si bodoh Thomas Alfa Edison. Bahkan anehnya Thomas kita sebut orang pintar yang berjasa bagi masa depan, sampai sekarang penemuannya sangat membantu kita.
Dari sibuk kerja aku buka browser & berselancar or berinternet, tau gak apa yang mengagetkan aku? Thomas Alfa Edison benar-benar dikeluarkan dalam sekolahnya karena nilainya yang buruk & salah satu telinganya tuli saat umur 11 Tahun, Milyader termuda Mark Zukerberg pembuat situs favorit kita FACEBOOK ternyata semasa kuliah dia adalah mahasiswa DO dari univertas Harvard, Albert Einstein seorang anak pemalu ini dikeluarkan dari sekolahnya waktu SLTP dan parahnya dia merasakan bangku SLTP selama 3 bulan saja.
Sekarang taukah apa yang dalam pikiranku? Film ”YES MAN” seakan membuatku semangat mengartikan pertanyaan itu, ”Slalu katakan YA pada setiap peluang, katakan YES MAN!!” Apa yang membedakan Williams yang pinter dengan yang lain? USAHA! Dan apa yang menyamakan perbedaab mereka? PELUANG!
TUHAN memberikan kita semua peluang-peluang dalam hidup untuk menggapai kesuksessan, tinggal apakah kita sadar, mau & siap atau tidak dengan peluang yang TUHAN berikan pada kita. Williams, TUHAN telah mengaruniakan kepandaian yang luar biasa tapi dia tidak mau memanfaatkan sehingga kepandaianpun jadi suatu hal yang percuma sedangkan Thomas, Einstein & Mark sadar akan peluang, mau & siap menggapai kesuksessan, hmmm….. jadi mau pinter atau bodohkah kalian??
Yang jelas kita anak GOD pasti pinter-pinter sadar, mau plus siap setiap ada peluang menuju kesuksessan! Bersama GOD gak da yang mustahil & gak ada kata terlambat seperti pertnyaan diatas, jadi semakin kuat & maju trus bersama God!!

CIAYO……
GBU (^^);





Apa Manfaat Megaproyek Semen Gresik di PATI??

3 07 2009

Dalam hidup pasti ada masalah yang memberikan warna dan arti hidup. Didaerah Sukolilo Kab. Pati juga sekarang baru diperhadapkan masalah dengan didirikannya Pabrik Semen Gresik. Entah apa yang mereka persoalkan tapi yang jelas itu semua hanya untuk keakuannya terlihat dan agar keinginannya dapat terpenuhi. Bila semua keinginan terpenuhi pasti hal ini gak akan dipersoalkan dan diam pasti. Banyak pertanyaan yang tidak aku mengerti akan dampak dibangun dan tidaknya Megaproyek ini terutama dalam hal bila jadi dibangunnya, Apakah megaproyek semen gresik nantinya membuat warga sekitarnya juga untung ato cuma buat menguntungkan pemerintah Kab pati saja???

Kalo dilihat dari keuntungan SDM, mungkin warga sekitar terbantu dalam mencari pekerjaan_tapi dilihat dari segi air apakah menguntungkan bagi mereka? klo toh megaproyek itu jalan brarti kebutuhan mereka juga semakin meningkat trutama dalam hal air, padahal daerah disana adalah daerah pertanian, teruz bagaimana dengan kelangsungan hidup para petani??? apakah semua warga haruz bekerja pada pabrik Semen Gresik? Brapa lama mereka mampu jadi kuli semen gresik dengan melihat kekuatan & umur mereka??? belum lagi bagaimana dengan keindahan pegunungan kendeng? masih bisakah anak cucu kita merasakannya?

Ini pertanyaan sudach aq masukin ke beberapa Group dalam FaceBook_disini aq ingin tanggapan dari teman-teman pengujung blog aku smua……….
Trimakasih,….





Mengenang kisah Si Gunung “CINTA”

30 03 2009

Emosi, Deg – degan itu yang aku rasa sewaktu rencana muncak yang aku nanti – natikan sempat hancur. Rasanya amarahku ampe di ubun – ubun & mau meletus seperti Gunung merapi yang mau muntahkan laharnya. Untung pencerahan dari nyokap meredam ledakan nuklir amarahku, akhirnya aku bisa santai menghadapi acara muncak yang super kacau itu.

capekWalau acara sempet hancur,tapi akhirnya terlaksana juga pada kemaren tanggal 25 maret 2008. Rabu Pkl. 14.00 WIB sehabis kuliah plajaran kewirausahaan yang diampu Ibu Ninik Haryani, SE kami berbenah buat brangkat muncak. Seperti biasa kami berkumpul di PCC Pati, brangkat Pkl. 15.00 WIB. Perjalanan sore tu lancar dan kami berhasil melesat ke rumah kepala desa Pkl. 16.30 WIB. Nach,….akhirnya perjalan dimulai tapi cayanx karna waktu cepet berlalu & akhirnya perjalan kami terhenti di pertengahan perjalanan dibawah jalur sungai setelah melewati “Tanjakan Jatuh Cinta”. Disitu kami bangun tenda, masak – masak & sperti biasa ritual bakar – bakaran sate kami lakukan dibawah sinar bintang yang terang….*so sweet… 😀 .

mandiKeesokan paginya kami bangun pagi-pagi, masak habis itu ngelanjutin perjalanan. Tak lama kami berjalan sekitar 30 menit kami sampai di jalur menuju sungai, bak anak kecil yang suka maen air kami langsung ja ceburan & mandi di sungai. Setelah puas mandi kami melanjutkan perjalanan menuju “Tanjakan Patah Hati”. Dengan susah payah mendaki akhirnya kami bisa lalui Tanjakan Patah Hati & sukses melewati “Hutan Kesepian”. Setelah cukup lama berjalan dalam hutan akhirnya kami sampai juga dipuncak “Gunung Termulus or Gunung CINTA”. Di puncak kami nikmati pemandangan sampai puas yang dulu tak bisa kami nikmati karna hujan & kabut.
image287puncak-termulusimage3261





PUncak 29 “Sapto Renggo”

24 02 2009

Akhirnya teringat juga aku setelah lupa & malez buat posting ni cerita petulanganku. Sebenarnya ni cerita dach mo aku posting kemaren-kemaren tapi karna sesuatu yang kalian tahu dalam postinga-postingaku sebelumnya yang bikin aku jadi gak sempet & malez buat posting.

Dalam smester IV ini seperti biasa kami Team BeCak slalu mengadakan acara liburan outdoor, tapi liburan waktu X-Pedisi sukolilo yang kalian tahu sendiri aku sangat kecewa & gak begitu menikmati akhirnya atik (Cing) ngajakin aku naek gunung ke Sapto, tanpa sungkla langsung aku jawab ya truz aku kontekin smua temen Team BeCak. Akhirnya setelah aku kontekin temen-temen, kali ni yang brangkat (aku, Cing, fera, kak mardies, ruli, & temen muncak lama Dan Say + Fendi yang satu paket). Waktu hari minggu kami janjian brangkat ngumpul jam 9.30pagi di PCC karna aku harus ibadah terlebih dahulu.

Seperti biasa anak-anak datangnya pada lambat padahal mreka janjian ngumpul jam 9 buat blanja dulu, akhirnya kami brangkat sekitar mo jam 12 setelah habis blanja di Pasar Puri Pati. akhirnya setelah melewati jalur yang super mengerikan nanjak, belak-belok licin, hujan dan dibumbui dengan rasa kesasar sedikit kami berhasil nyampe di penitipan sepeda motor yang berada persis dikaki gunung. Setelah istirahat sebentar kami lanjutin perjalan muncak yang selalu ditemani temen setia kami rintikan hujan. Dalam perjalanan seperti biasa kami pun berwisata kuliner dengan makanan yang dibawa Cing tuk hentiin konser cacing dalam perut yang dach mulai ramai.
hujan-hujan

istirahat

Setelah habiz istirahat kami putusin buat lanjutin perjalanan, karna jalan temen terasa lambat akhirnya aku putusin brangkat duluan,… & yup akhirnya sampai juga dech. Setelah nunggu beberapa lama khirnya temen-temen nyampai juga & senang-senang dech dipuncak.
jurang

muncak

baca juga crita fersi Cing.





Mendung yang Membasahi Benih

3 02 2009

Karena bagiku hidup adalah Kristus
Dan mati adalah keuntungan.
( Filipi 1 : 21 )

Duka karna ditinggal seseorang memang sangat menyedihkan, tapi berkelanjut dalam kesedihan tidaklah baik apalagi kepergian seseorang yang kita sayangi adalah untuk pulang dan merasakan kesenangan dalam rumah BAPA (Surga).

Rabu tanggal 28 Januari 2009 untuk terakir kalinya sosok wanita ceria, Dosen sekaligus mami rohani, pembimbing PMK STIMIK AKI Pati dan Pengurus Pemuda JKI Tabernakel Pati Ibu Eva Juniatri, M.Kom aku liat. Tanpa tanda dan firasat apapun dari pagi sampai siang aku sempat ngobrol dengan beliau, bahkan sempat juga beliau menyampaikan firman pada persekutuan di kampus siang itu. Rasanya kata – kata siang itu masih hangat baru aku dengar,

“Rancangan TUHAN ternyata bisa terhenti,
Dan itu semua karena kita yang menghentikannya.
Mari kita berdoa dan meminta agar rancangan TUHAN tidak terhenti
Dalam hidup kita.
INGAT!!!
Hidup kita bukanlah sampai ditanggal 28 ini, jadi lanjutkan
Hidup kita sesuai rancangan TUHAN.”

Akhir dari sebuah persekutuanpun beliau masih sempat meneguhkan hati anak – anak PMK dan mengirim sms mengingatkan pelatihan KTBK ke anak – anak Pemuda JKI, tapi siang kata ucapan “aku pulang dulu yach nanti ketemu digreja, inget jangan ampe telat lo!!” membrikan isyarat akan kepulangannya ke rumah BAPA. Kabar tentang kepulangannya memang sempat membuat tawar hatiku akan TUHAN, tapi dibalik itu ternyata TUHAN membrikan kekuatan dan menambahkan kekuatan dalam hidupku. Dalam duka ini aku mendapat sangat banyak pelajaran akan pertumbuhan kerohanianku.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. ( Yohanes 12 : 24 )

Dalam firman itu aku memetik suatu pelajaran, TUHAN memanggil beliau adalah untuk menumbuhkan kerohanianku, TUHAN membukakan pengertianku bahwa selama ini beliau sudah menabur benih-benih gandum tapi selama ini benih itu tidak tumbuh karena tidak dapat akan air, maka TUHAN membuat awan mendung untuk membasahi benihku lewat kepergian beliau agar kerohanianku tumbuh.

Bila mendapat suatu kesenangan, mengucap syukur adalah suatu yang mudah bahkan sering dilupakan, tapi mendapatkan suatu musibah sering TUHAN yang dipersalahkan. Kata-kata itu mungkin biasa kita dengar, tapi disini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sosok laki-laki yang sangat mencintai istrinya bahkan mungkin membuat iri stiap pasangan didunia ini karena kemesraan dan keharmonisannya yang mengalahkan stiap sinetron dan film romantis bisa mengucapkan TUHAN itu baik walau mendapat cobaan sebesar ini. Malam itu waktu aku menjenguk Bapak Samuel Joga K, M.Kom suami dari Almarhummah Ibu Eva Juniatri, M.Kom di RSU Kudus. Aku tersentak dengan ucapan beliau, padahal kondisinya sangat memprihatinkan dan ditinggal pulang istrinya karena kecelakaan itu tapi beliau masih bisa mengucap syukur pada TUHAN. Aku masih teringat jelas kata – katanya dalam rintihan,

“TUHAN Engkau sungguh baik.
Honey, sekarang kamu sudah senang dirumah BAPA(surga) ya?
Tunggu aku ya honey,…….”

Rasanya tak sanggup lagi aku meneruskan ceritaku ini, Untuk semua orang yang membaca postinganku ini aku mohon batuan doa kalian untuk kesembuhan dan pemulihan Bp. Samuel Joga K, M.Kom seperti sedia kala yang sekarang dirawat di “RS Orthopedi Dr. Suharso Solo” agar dapat cepat berkumpul kembali dengan kami Keluarga Besar STIMIK AKI PATI dan Keluarga Besar jemaat JKI Tabernakel Pati.

Thanx’s,….





Lupakan Sejenak JENI dengan Liburan

12 01 2009

Wuach,….. aku menguap terus karena pagi itu aku belom sempat memejamkan mata dan beristirahat tidur karena di greja ada acara “Doa Semalam Ceria”. Sekitar jam 4.30 pagi acara sudah selesai tapi, aku masih terpenjara dalam gereja karena hujan mengguyur bumi tiada henti waktu itu. Dengan modal nekat akhirnya sekitar jam 7.00 aku pulang dengan bermandikan air hujan yang menemani dalam perjalanan.

Sampai dirumahpun tak kalah mau mengganggu tidurku, Atik dengan jari seribu kilat menghantam aku dengan jurus SMSnya. Akhirnya perasaan ingin tidurpun lenyap karena melihat rengekan SMS darinya yang inti dari SMSnya dia dilarang ortunya untuk ikut liburan nanti. Setelah baku hantam dan mengeluarkan jurus unek-unek melalui jaringan GSM akhirnya atik kalah telak dan gak membalas jurus superku. Akhirnya biar gak kantuk lagi aku putusin buat sarapan dengan ditemani secangkir kopi di atas meja. Setelah selesai sarapan aku mandi truz packing dan berangkat ke rumahnya cool leader tempat berkumpul anak – anak BeCak yang mo liburan. Kali ini Team BeCak kedatangan anggota baru yaitu Fera atau biasa juga dipanggil Miss English. Seperti biasa Team BeCak yang beranggotakan Ruli (Ketua), Kak Armant (Mr. Cool), Kak Mardies (Si Jenius), Sepasang sejoli Kak Waluyo & Kak Enik, Pras (aku tentunya), Kak Eve (Evech), Atik (Elfrida), ditambah Fera siap meluncur dan pergi liburan. Kali ini kami berlibur ke tiga lokasi, lokasi pertama adalah TADAH HUJAN yang berada diujung selatan Kota Pati di desa Sukolilo.

td21

Kami melesat dengan menunggangi sepeda motor dari rumah Cool sampai ke lokasi kira – kira 1 sampai 2 jam perjalan. Sesampai disana aku tercengang dan kaget karena tempat wisata yang bagus rusak bahkan hancur. Disana banyak anak – anak muda yang berbincang – bincang, pacaran, bahkan berenang di kolam. Tapi sayang air sungai disitu yang dihiasi dengan keindahan pepohonan dan pemandangan air terjun rusak karena warna airnya yang kotor. Setelah puas menikmati kerusakan Tadah Hujan, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua yaitu Goa Wareh.

wareh

Di lokasi ini tak kalah kaget aku dengan lokasi pertama. Gimana gak kaget, ternyata Goa Pancur adalah pusat air desa itu. Disana banyak orang berbondong – bondong melakukan aktifitas air ditempat tersebut jadi jangan heran kalau kalian mau telusur Goa diperbolehkan penduduk cuma waktu malam yaitu diatas jam 7 malam. Ditempat ini kami sempat mengalami cekcok karena liburan yang diimpikan tak sesuai harapan. Akhirnya kami mutusin untuk bermalam ditempat tersebut setelah mempertimbangkan tempat terakhir gak aman buat dijadikan tempat bermalam. Keesokan paginya sekitar jam 10 pagi kami lanjutkan perjalan setelah mandi, makan, dan packing tentunya.

gp-copy

gp2

Sesampai dilokasi ke-3 yaitu Goa Pancur, dengan berdiskusi akhirnya Aku, Kak Waluyo, Cool, Ruli, Atik, dan Fera terpilih menjadi orang – orang yang akan menelusuri Goa tersebut. Dengan ditemani Juru Kunci dan 2 orang pengunjung asal Desa Karaban, kami mulai masuk dan menelusuri Goa tersebut. Jalan dalam Goa sangat sulit kami lalui karena bebatuan Goa sangat tajam ditambah dengan derasnya aliran air dalam Goa dan gelap jadi untuk memotret saja sangat sulit. Di sana kami ditunjukkan tempat pertapaan Saridin dan Kalinyamat, bahkan mitos – mitos disanapun dicritakan oleh Sang Juru Kunci. Sekitar 1,5 jam perjalanan akhirnya kami sampai disebuah mata air yang katanya memiliki berbagai macam khasiat, hanya sampai ditempat tersebut Sang Juru Kunci mampu mengantarkan kami. Dengan perasaan penasaran kami nekat melanjutkan penelusuran, kali ini Atik gak ikut karena kakinya terluka. Semakin dalam kami masuk, semakin penasaran kami akan ujung Goa tersebut. Setelah sekitar kurang lebih 1 jam perjalanan kami mengalami masalah dalam perjalanan. Di situ kami sulit meneruskan perjalanan karena ukuran Goa yang semakin menyempit yang mengharuskan kami harus berjalan sambil merangkak tertelunkup ke tanah. Karena ukuran yang sempit, kandungan oksigenpun sangat kecil yang harus memaksa kami segera keluar dari tempat tersebut. Dengan perasaan penasaran akhirnya kami putuskan untuk kembali.

Dari liburan kali ini aku dapat memetik sebuah pelajaran, “Lakukanlah semua pekerjaan dengan perasaan senang agar kepuasan yang akhirnya akan kau peroleh”. Tak kalah juga aku ingin mengajak kalian terutama Anak – anak Pati agar “Lestarikanlah semua kandungan dan keindahan alam agar anak cucu kita kelak dapat merasakan keindahan alam seperti yang kita nikmati ini”. Disini aku menyimpulkan sebenarnya kota Pati memiliki tempat pariwisata yang tak kalah dengan tempat lain bila kita mau merawat, menjaga, dan melestarikannya, Jadi apa kalian mau???





Menariknya puncak pertapaan Eyang Abiyoso & Ekstrimenya 3 Puncak Atas Angin

15 11 2008

Bermain air gak seru kalo gak sampai basah, begitu pula muncak dipegunungan Muria gak akan puas bila ada yang belum didaki. Aku gak tau ada berapa banyak gunung di pegunugan Muria, kemaren aku coba lengkapi petualanganku di Pegunungan Muria dengan muncak ke Gunung Abiyoso & Gunung Atas Angin yang sebelumnya aku sudah ke G. Termulus, G. Argo Jombangan & G. Argo Piloso. Sabtu 8 November kemaren jadi momen petulanganku yang ke-4 sekaligus gunung ke-4 & ke-5 puncak Pegunungan Muria yang aku jajahi dalam 1 tahun ini.

Kali ini aku berangkat masih berdua dengan Kak Mardies karena team kami ada yang capek habis pergi ke Jogja ( Kak Armant “cool leader” & Kak Wal), ada yang males karena memang besok seninnya kami harus kuliah ( Kak Enik ), ada yang istirahat dulu karena pas di G. Ungaran mengalami cedera ( Kak Evi ), & ada yang gi sakit cacar jadi gak bisa ikut ( Atik ),.. yach begitulah???? Tapi walo berdua perjalanan tetep seru, asyik & pokoknya patut disimak dach critanya 😀 , jadi critanya begini :…..

Puncak G. Atas Angin

Puncak G. Atas Angin

“Menurut pengalaman kemaren baca postingan sebelumnya kami putuskan tuk berangkat pagi karena takut terjadi kecelakaan. Waktu menunjukkan pkl. 09.00 WIB Kak Mardies menjemputku & kami packing persiapan selama 1 jam & langsung cabut melewati daerah Gembong. Lagi-lagi karena kekreatifan kami, dalam perjalanan kami nanya-nanya jalan sampai lebih dari 15 kali. Dalam ketanya-tanyaan, kami tetap saja hampir tersesat & malah mau menuju ke Puncak Sapto Argo “puncak 29” yang pada akhirnya kami harus turun menuju jalur penitipan sepeda motor tepat persis didepan gerbang jalur ke Pertapaan Eyang Abiyoso “Puncak Abiyoso”. Sesampai disana kami istirahat dengan jajan disebuah warung. Setelah capek lumayan ilang kami lanjutin perjalanan dengan jalan kaki. Seperti kebanyakan di gunung-gunung yang paling mengesalkan adalah melihat sebagian hutan yang telah menjadi ladang penduduk & melihat bekas-bekas penebangan pohon. Jalur pendakian berbatu-batu, nanjak & udara sangat panas padahal waktu tu cuaca mendung. Saking panasnya, kringat dalam tubuhku seakan mengguyur tubuhku bagai mandi disiang bolong, tak cuma tu doank langitpun seakan trasa ikut kepanasan sampai meneteskan keluhnya begitu deras. Walo cuaca gak mendukung dengan susah payah & kecapekan akhirnya kami berhasil sampai di Puncak Abiyoso. Setelah istirahat sebentar kira-kira sekitar jam 15.30 WIB kami putuskan meneruskan perjalanan ke G. Atas Angin dengan bertanya jalur pada juru kunci G. Abiyoso & sempat juga dicegah para peziarah karena cuaca yang buruk & waktu dach mo petang. Dengan modal nekat & memburu waktu akhirnya kami berhasil sampai di G. Atas Angin & menginap barang semalam. Pada waktu istirahat kami bertemu dengan 2 orang petualang asal jepara yang tangguh karena baru pertama kali muncak, tapi yang kami sesalkan salah satu dari mereka merasa kapok 😥 . Malam yang seharusnya sepi karena ditengah hutan & diatas gunung, tapi di G. Atas Angin terdengar candaan tawa dari puncak Abiyoso karena anak SMA yang mengadakan acara disana & hujanpun juga sempat bebrapa kali nimbrung menambah keramaian. Keesokan paginya kami lanjutin menelusuri puncak G. Atas Angin yang kebetulan memiliki 3 Puncak, lebar jalan kira-kira 1-2 Meter, kanan – kiri jurang sebagai tantangan, kabut tebal yang mulai naek sebagai penambah bumbu keseruan & sesekali manjat batu yang lumayan tinggi karena menghadang jalan kami. Wach tu seru banget & sangat menegangkan. Sesampai dipuncak ke-2 kami bertemu dengan 3 orang MAPALA dari UMK yang mendaki melawati jalur memutar yang lebih aman. Karena mereka cuma mendaki sampai ke puncak ke-2 & ke-3 saja jadi kami putuskan tuk berangkat bersama menuju puncak ke-3 melewati jalur yang mereka lewati.

 

 

Sesampai dipuncak ke-3 kami nikmati pemandangan & turun bareng dengan para MAPALA UMK. Karena kami begitu menikmati pemandangan, akhirnya kami tertinggal jauh dari mereka. Karena jalur gak terlalu berbahaya & pemandangan yang luar biasa keren & 90% masih asri gak terasa kami sudah sampai di Puncak Abiyoso lagi. Istirahat sebentar trus kami lanjutin perjalanan, mampir ke Sendang & lanjutin perjalanan pulang. Karena fajar hujan, jalur turun lumayan gelap tertutup kabut. Dengan menikmati pemandangan yang tertutup kabut akhirnya kami sampai juga di tempat penitipan sepeda motor. Disana kami melihat para anak SMA yang habis turun dari G. Abiyoso (“Rombongan yang sangat rame karena malem-malem suaranya sampai ke G. Atas Angin”). Sesampai disana kami jajan sebentar & langsung cabut pulang dengan diiringi tangisan perpisahan langit Desa Rahtawu 😥 .