BeCaK nambah Umur

7 01 2010

Buka…buka…arsip foto jadi keinget bulan Agustus 2009 waktu BeCaK Ultach kali yang pertama. Walo acara sederhana tapi cukup seru & asyik waktu itu, jadi kangen sama temen-temen……..
Gini nich critanya abiz kuliah kami kumpul-kumpul & ngadain acara bakar bandeng bersama, ne panitia ampe di bela-belain bolos kuliah lho…(*jangan di tiru yach 🙂 ).
Dan…..TtttaaaRraaaaaaa…. ne nich pictnya…

Serukan??? Wach ternyata lama gak ngeblog banyak cerita seru yang pengen aku posting nich….
tunggu ja ceritanya…..





Apa Manfaat Megaproyek Semen Gresik di PATI??

3 07 2009

Dalam hidup pasti ada masalah yang memberikan warna dan arti hidup. Didaerah Sukolilo Kab. Pati juga sekarang baru diperhadapkan masalah dengan didirikannya Pabrik Semen Gresik. Entah apa yang mereka persoalkan tapi yang jelas itu semua hanya untuk keakuannya terlihat dan agar keinginannya dapat terpenuhi. Bila semua keinginan terpenuhi pasti hal ini gak akan dipersoalkan dan diam pasti. Banyak pertanyaan yang tidak aku mengerti akan dampak dibangun dan tidaknya Megaproyek ini terutama dalam hal bila jadi dibangunnya, Apakah megaproyek semen gresik nantinya membuat warga sekitarnya juga untung ato cuma buat menguntungkan pemerintah Kab pati saja???

Kalo dilihat dari keuntungan SDM, mungkin warga sekitar terbantu dalam mencari pekerjaan_tapi dilihat dari segi air apakah menguntungkan bagi mereka? klo toh megaproyek itu jalan brarti kebutuhan mereka juga semakin meningkat trutama dalam hal air, padahal daerah disana adalah daerah pertanian, teruz bagaimana dengan kelangsungan hidup para petani??? apakah semua warga haruz bekerja pada pabrik Semen Gresik? Brapa lama mereka mampu jadi kuli semen gresik dengan melihat kekuatan & umur mereka??? belum lagi bagaimana dengan keindahan pegunungan kendeng? masih bisakah anak cucu kita merasakannya?

Ini pertanyaan sudach aq masukin ke beberapa Group dalam FaceBook_disini aq ingin tanggapan dari teman-teman pengujung blog aku smua……….
Trimakasih,….





BeCaK Mau Narik

25 05 2009

Seperti postingan-postinganku sebelumnya, yach namanya juga anak muda pasti da bosen-bosennya juga jadi ya seperti biasa sudah lama aku gak posting di blog ini. Sebenernya dach lama aku pengen posting acara ini di blog biar temen-temen yang jauh bisa tau, tapi sekarangkan lagi panas-panasnya Facebook jadi aku posting di Facebook dulu dech 😆 .
Buat temen-temen TKJ, reguler, or weekend & capa ja yang ge suntuk seperti biasa aku tawarin obat mujarab penghilang strez, boring, & pusing ala Team BeCaK. Kali ini obat mujarab yang ditawarkan adalah muncak ke Gunung Sindoro. Acara kali ini akan dilaksanakan besok tanggal 2, 3 & 4 Juni 2009.
Ech sbagai informasi juga, sekarang Team BeCaK dach punya group BeCaK di facebook, buat temen-temen yang belum gabung, ayo gabung klik aja ini nich!!! Info lebih lanjut soal acara ini bisa dilihat dalam Group BeCaK di Facebook.

GBU





Rancangan yang tertulis untukmu

2 05 2009

Sore tadi waktu bangun tidur aku dikagetkan dengan sebuah sms yang isinya “Nanti sore Alfin AFI mau mampir ke greja, ajak temen-temen datang yach (^^), GBU.“. Pertama aku pikir sms tu hanya candaan tapi ternyata itu beneran 😀 .

Singkat crita disitu Alfin sharing tentang kehidupannya dan berbagi berkat firman pada anak-anak pemuda JKI. Disitu aku mendapat suatu hal yang sangat luar biasa yang slama ini talah aku lupakan. Bagian kita!!! Setiap manusia pasti memiliki bagian dalam siklus kehidupan ini, entah itu menjadi guru, dosen, tukang becak, pemulung dan apapun itu. Nach….. mari kita berfikir sejenak apa bagian kita dalam hidup ini???

Bagian disini saya anggap sebagai panggilan atau bisa juga disebut profesi yang seharusnya kita jalankan. Bila kita tahu stiap panggilan buat diri kita pasti tugas atau kewajiban yang harus kita kerjakan terasa menyenangkan. Nach, disini saya mengajak Anda buat berfikir sejenak tentang arti panggilan. Kita tahu bagaimana TUHAN menciptakan jagad raya ini, semua tlah TUHAN atur sedemikian rupa sampai detail dan hal sekecil-kecilnya. Sama halnya dalam suatu panggilan, TUHAN tlah atur itu sebelum kita terbentuk dalam rahim Ibu. Jangan bilang panggilan yang TUHAN taruh adalah supaya kita menjadi pengkabar agama saja. Bukan brarti saya anti dengan pengkabar agama atau hal-hal yang agamawi, tapi disini mari kita bahas dalam arti luas & profesional saja. Coba saja difikir bila smua jadi pengkabar agama siapa yang akan jadi guru, tukang becak, astronot, presiden, penjambret, pembunuh dan lain-lain??? Toh tukang becak, astronot, gurupun bisa saja jadi pengkabar agama, tapi pengkabar agama belom tentu bisa jadi guru, astronot, ilmuan, presiden dan lain-lain, benarkan???. Trus bagaimana kita tahu panggilan yang ada pada diri kita?? bila kalian tahu bakat dan kemampuan diri sendiri, kalian tidak perlu bertanya soal ini. Stiap orang pasti punya bakat dalam hidupnya, jadi kembangkan bakat itu karna itulah panggilan atau bagian dalam hidupmu! Dan ingat satu yang terpenting, bakat adalah 70% kemampuan yang lebih menonjol yang stiap manusia miliki dibanding kemampuannya yang lain, jadi masih ada 30% bagian yang lain, tinggal mana yang mau Anda kembangkan menjadi sebuah panggilan atau bagian dalam hidupmu (^^).





Maju Melangkah dan Berfikir Benar

6 04 2009

Maju melangkah dapat didefinisikan sebagai awal menuju suatu hal yang ingin dicapai. Dalam meraih suatu hal yang ingin dicapai membutuhkan suatu usaha tentunya. Kita lihat saja seorang anak kecil yang masih balita, bagaimana proses hingga akhirnya si balita dapat berjalan. Suatu pencapain juga perlu adanya berani brubah, kita bayangkan saja hal yang sering kita dengar “sejarah Bangsa kita”, bagaimana proses bangsa kita bisa meraih kemerdekaan?? Mereka berani berubah dari suatu pandangan yang kolot mementingkan diri sendiri menjadi seorang yang beridealisme “Bersama kita teguh bercerai kita runtuh”. Dalam semua itu pencapaian juga perlu adanya suatu pengorbanan, disini adalah hal yang paling penting. Bila kita ingin sukses kita perlu berkorban, contoh dalam pengorbanan disini sangat banyak bisa kita ambil dari diri sendiri, orang lain, cerita-cerita,dll.

Sebagai contoh yang sering kita alami sebagai anak muda adalah seorang gadis. Bila kita mengingini seorang gadis menjadi pacar kita, apa yang kita lakukan? Yang pertama kita melakukan “Proses” pendekatan seperti proses anak balita yang ingin berjalan. Tentunya yang namanya proses pasti memerlukan juga “Perubahan” dimana yang dulunya kita gak tahu kepribadian, tingkah laku si gadis apa yang disukai maupun yang tak disukai kita dipaksa berubah mengerti dan memahami sang gadis ini tentunya. Semua itupun tak luput juga dari “Pengorbanan”, kita bakal mati-matian melakukan segala cara untuk mendapatkan hati si gadis. Seperti halnya kita berkorban waktu, tenaga, uang dan pikiran hanya untuk memikirkan si gadis.

Itulah sbagian usaha yang dapat kita lakukan dalam meraih suatu hal yang ingin dicapai, tapi itu smua cuma usaha manusiawi kita, ingat yang menentukan adalah Allah. Jadi kita harus sertai smua itu dengan doa. Berbicara tentang doa aq jadi teringat 2 macam penyembahan yang salah yang sering dan sudah menjadi kebiasaan buruk yang sering dilakukan.

Yang pertama adalah “Penyembahan Berhala”. Penyembahan berhala bukan hanya cuma menyembah patung tapi bisa jadi menjadikan manusia, hobi, dll menjadi suatu hal yang lebih dari Allah tanpa kita tak sadari sekalipun. Contohnya tanpa tidak sadar kita sering menjual iman kita sperti halnya kita sms “Ketik Reg spasi ramal, spasi zodiac, spasi,……dll”, yang aku benci dari negara ini adalah sok Alim padahal busuk didalamnya beraninya menghakimi tak mau dihakimi. Liat saja bila ada suatu orang yang yang terang-terangan melenceng dari norma agama kita serentak berkata “KAFIR” kita tidak menonton diri sendiri apa yang slama ini kita lakukan. Bila ada yang tidak disukai kita slalu fonis dengan kata “KAFIR” dan “NAJIZ”, padahal hal najiz dan kafir itu ada dan sudah merakyat sperti kirim sms REG spasi,….. bahkan ada yang terang-terangan sperti Ponari, liat apakah ada suara “KAFIR”? mengapa tidak terdengar? Karena mereka merasa membutuhkan tak peduli dengan kata “KAFIR” dan “NAJIS” lagi. Karena hal sperti itulah para pembuat kekafiran membuat tameng yang besar dari kebodohan kita. Pernahkan kita berfikir bila kita berkata “KAFIR” pada seorang dukun dan dia menjawab “Apakah salah bila aku bisa melakukan kebaikan, menyembuhkan orang, membantu masalah orang, dengan apa yang aku bisa?”. Bila kita berfikir secara mendalam, penyembahan berhala adalah kita menyembah berhala agar berhala itu melayani kita, liat saja difilm-film atau mungkin disekitar anda, stiap orang yang menyembah berhala mengharapkan sesuatu kepada sang berhala untuk mengabulkan permintaan kita, bener gak? Jadi bila kita menyembah berhala sama halnya kita adalah “BOSnya SETAN” ya gak? Jadi apakah layak kita disebut manusia lagi?

Penyembahan yang salah kedua adalah “Memberhalakan Allah” ini sama halnya seperti menyembah berhala cuma yang membedakan kali ini Allah sebagai obyek yang melayani kita. Tanpa tidak sadar kita sebenarnya sangat-sangat kurang ajar kepada Allah. Kita sering berdoa, menyembah Allah hanya agar Allah melakukan keinginan kita seperti kita berdoa hanya karena kita ingin diberkati, mendapat jodoh, agar kita pandai, dll. Padahal tanpa kita mintapun Allah pasti memenuhi kebutuhan kita, bila ada yang menghalangi berkat kita, intropeksilah diri apa yang menghalangi berkat itu turun atas kita, apakah kelakuan kita, perkataan kita atau apa saja yang menjadikan dosa menjadi penghalangnya.





Mengenang kisah Si Gunung “CINTA”

30 03 2009

Emosi, Deg – degan itu yang aku rasa sewaktu rencana muncak yang aku nanti – natikan sempat hancur. Rasanya amarahku ampe di ubun – ubun & mau meletus seperti Gunung merapi yang mau muntahkan laharnya. Untung pencerahan dari nyokap meredam ledakan nuklir amarahku, akhirnya aku bisa santai menghadapi acara muncak yang super kacau itu.

capekWalau acara sempet hancur,tapi akhirnya terlaksana juga pada kemaren tanggal 25 maret 2008. Rabu Pkl. 14.00 WIB sehabis kuliah plajaran kewirausahaan yang diampu Ibu Ninik Haryani, SE kami berbenah buat brangkat muncak. Seperti biasa kami berkumpul di PCC Pati, brangkat Pkl. 15.00 WIB. Perjalanan sore tu lancar dan kami berhasil melesat ke rumah kepala desa Pkl. 16.30 WIB. Nach,….akhirnya perjalan dimulai tapi cayanx karna waktu cepet berlalu & akhirnya perjalan kami terhenti di pertengahan perjalanan dibawah jalur sungai setelah melewati “Tanjakan Jatuh Cinta”. Disitu kami bangun tenda, masak – masak & sperti biasa ritual bakar – bakaran sate kami lakukan dibawah sinar bintang yang terang….*so sweet… 😀 .

mandiKeesokan paginya kami bangun pagi-pagi, masak habis itu ngelanjutin perjalanan. Tak lama kami berjalan sekitar 30 menit kami sampai di jalur menuju sungai, bak anak kecil yang suka maen air kami langsung ja ceburan & mandi di sungai. Setelah puas mandi kami melanjutkan perjalanan menuju “Tanjakan Patah Hati”. Dengan susah payah mendaki akhirnya kami bisa lalui Tanjakan Patah Hati & sukses melewati “Hutan Kesepian”. Setelah cukup lama berjalan dalam hutan akhirnya kami sampai juga dipuncak “Gunung Termulus or Gunung CINTA”. Di puncak kami nikmati pemandangan sampai puas yang dulu tak bisa kami nikmati karna hujan & kabut.
image287puncak-termulusimage3261





Berpikir Kedepan

21 03 2009

Kalian tahu Thomas Alva Edison???
Pasti kalian tahu bahkan sejarah kehidupannya tak jarang dibuat sebagai motivator kehidupan. OK, kita lupakan sejenak nama Thomas, coba kalian tutup mata dan sebutkan nama-nama tokoh terkenal yang lainnya. Pikirkan saja tokoh indonesia yang saat ini namanya melambung terkenal.

Ponari ? yang punya batu ajaib bahkan ada plesetan “PONARI SWEET”.
Syeh Fuji ? orang tua yang kayaknya punya hobi kawin sama anak kecil.

Coba kalian pikir sampai kapan nama mereka masih dikenal masyarakat?
Kita pergi saja dari indonesia dan pikirkan nama-nama orang yahudi lagi, pernahkah kalian berfikir kenapa orang-orang yahudi yang selalu mencetak sejarah? Kalian tahu nama William James Sidis? Mungkin sedikit orang yang tahu tentang William. William James Sidis adalah mahkluk jenius yang pernah ada dalam dunia ini. Dalam usia 8 bulan dia sudah dapat makan sendiri memakai sendok, kurang dari 2 tahun William sudah bisa membaca bahkan setiap pagi selalu membaca New York Times, sebelum berusia 8 tahun dia bahkan telah menulis buku anatomy dan astronomy, pada usia 11 tahun dia diterima dalam universitas Harvard sebagai murid termuda bahkan kejeniusannya membuat Harvardpun terpesona. William juga satu-satunya orang yang bisa belajar bahasa asing sepenuhnya dalam satu hari dan dia telah mengusai 200 jenis bahasa dalam dunia IQnyapun mencapai 250-300. Dengan kejeniusan yang hebatpun ternyata tidak cukup untuk menjadi sukses, buktinya nama William sedikit orang yang tahu tak setenar dengan nama Thomas.

Mari sekilas kita liat sejarah Thomas, pada masa kecilnya Thomas slalu mendapat nilai buruk dikelasnya. Karna kebodohannya akhirnya Thomas dikeluarkan dari sekolah dan diajar ibunya sendiri dirumah. Saat berumur 11 tahun Thomas bekerja sebagai penjaja makanan di stasiun kereta api. Karna suatu masalah Thomas pernah dipukul oleh penjaga kereta yang mengakibatkan salah satu telinganya tuli.

Trus apa yang membedakan William dan Thomas dalam meraih kesuksesan??

Dalam meraih suatu keberhasilan ternyata hanya membutuhkan 1 % kejeniusan dan 99 % usaha. Lihat perbadingan William dan Thomas, seorang anak bodoh plus tuli bisa mengalahkan seorang super jenius dalam bidang teknologi. Salah satu kesalahan William adalah dia tidak menggunakan kejeniusannya untuk bereproduksi “berkembang” membuat suatu sejarah baru, dia hanya fakum dan cuma menujukkan bakatnya saja. Kebanyakan orang memang lemah dan malas bila telah merasa bisa akan suatu hal, padahal pada masa itu adalah masa dimana orang baru berkembang menuju tingkat kemampuan yang sesungguhnya. Pujian dan sanjungan itu baik tapi lebih baik pukulan dan makian yang membangun. Coba sekali lagi pejamkan mata kalian dan berfikirlah “Ingin jadi apa kalian kelak?”. Bila kalian merasa mampu dan ingin akan bayangan kalian terwujud lakukalah itu dari sekarang.

“Hidupmu sekarang bagian dari penentuan masa depanmu, Jadi lakukan semua yang kalian bisa.”