Atas Angin,..Puncak yang menantang

8 01 2010

Ini nich salah satu cerita dari buka-buka file foto kemaren,…..
Awalnya ide ini telah kami susun untuk merayakan Ultach BeCaK yang pertama, tapi ya karna biasa kami sibuk dengan urusan magang,… kuliah,… belum lagi dikejar KP yang harus cepet kelar maka niat untuk muncak kami urungkan. Akhirnya niat kami terlaksana pada akhir bulan September 2009 yang kebetulan ujian TTS dan Seminar KP kami sudah pada kelar sekalin untuk merayakan keberhasilan kami. Sebelumnya dulu aku dan Kak Mardies pernah kesini, tapi okelah temen-temenkan belum pernah jadi kami tunjukin ja pada mereka serunya Puncak Atas Angin ini nich…..

Dalam perjalanan kami harus melewati jalanan menanjak super melelahkan menuju Puncak Pertapaan Eyang Abiyasa yang biasa disebut Puncak Abiyasa, setelah istirahat sebentar kami lanjut menuju Puncak Atas Angin.
***Disini kami mengalami masalah di tebing yang kanan kiri jurang, yang harusnya waktu magrib tidak boleh dilewati kami lewati alhasil angin kencang aneh menyerang kami sampai-sampai kami hampir jatuh ke jurang diterpanya.
***Jadi ini bisa buat catatan temen-temen jangan meneruskan perjalanan ke atas angin saat Magrib karena berbahaya.

Melihat kondisi ”Bedeng” atau biasa disebut gubuk yang tidak memungkinkan buat menginap di Puncak Atas Angin, kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Puncak Kandang Bebek yang memiliki ”Bedeng” lebih baik untuk bermalam. Keesokan paginya semua kelelahan kami terbayar lunas dengan pemandangan super eksotis yang telah disuguhkan TUHAN, Wow….tak bisa terkatakan dengan kata-kata dech….KuErEnN…..pokoknya!!!!

Iklan




Serunya G. Argo Piloso

23 05 2008

Wah…. wah …. akhirnya penantianku ingin nakluk’in G. Argo Piloso terbayar lunas hari minggu-selasa kemaren 😆 . Simak yach critaq gimana serunya perjalananku waktu tu, OK!

Gini critanya,….

Kami berkumpul di depan RSU Soewondo tepat seperti yang direncanakan. Tapi karena beberapa orang yang suka “ngaret” ato molorin waktu (biasa kebiasaan buruk yang sering terjadi), kami berangkat ga bisa tepat waktu sesuai rencana, yach…. dampaknya kami baru nyampai ke “Terminal Bus Colo” sekitar jam 3 sore.

Eh, da yang klewatan sebelum sampai diterminal (tepatnya di perbatasan Desa Gembong-Kudus) kami dicegat oleh segerombolan rampok Bro!!! (tu sebutan yang bagus kayaknya 😆 ), Sebenernya ga rampok se, tapi tepatnya rampok yang bertitel Abdi Pemerintah “bukan polisi lo?” (wah pokoknya seru dech waktu tu). Yach yang namanya rampok kalo dah dikasih yang dia mau pasti lancar dah urusannya, akhirnya kami bisa jalan & cabut dari sarang laknat tu.

Sesampainya di terminal kami istirahat sejenak truz langsung jalan menyusuri sungai menuju Air Terjun Montel / “ATM” (sebenernya se da jalan yang lebih layak dilalui tapi,…. untuk menghidari locket pembayaran kami ambil jalan sungai tu). Sepanjang perjalanan menyusuri sungai udaranya sangat “adem” & banyak pohon bambu yang tumbuh kayak d’film2 samurai jepang lagian ditambah dengan bebatuan sungai yang kami lalui menambah viewnya makin dapet & X-treme abiz pokoknya.

Karena saking asyiknya menikmati perjalanan ga terasa nyampai juga di ATM (Air Terjun Montel). Semangatnya air berjatuhan, Bunyi ricuhnya air, Kemesraan orang2 pacaran disambut gelak tawa canda riang anak-anak ditambah dengan kebisingan yang kami buat menambah tempat yang indah itu makin ramai (Wuah…ahhh… pokoknya keren habiz). Sambil istirahat sejenak kami isi acara dengan makan perbekalan yang seadanya. Setelah beristirahat secukupnya kami melanjutkan perjalanan menuju ke Air Tiga Rasa ato Rejenu “kata orang sana” ( sebut ja ATR). Jalan menuju ATR lumayan tinggi & jauh (untung dah d’buat jalan beton jadi kami jalannya ga terlalu sulit), Anehnya dijalan tu sring dialui oleh tukang ojek yang tarik pancal kopling (mungkin para tukang ojek disana mantan pembalap 😆 he…he…) yang ga jarang bikin kami kaget & harus hati2 melalui jalan tu.

😀 Hore…… sekitar jam 5 lebih kami berhasil juga sampai di ATR Bro!!! Karena waktu dah mulai gelap & kondisi fisik ada yang kurang fit kami memutuskan untuk mendirikan tenda ditempat itu & menginap barang semalam disana. Waktu malam kami isi acara dengan seadanya, ada yang makan, ada yang nyanyi-nyanyi sambil maen gitar & tak jarang juga ada yang mampus duluan terjerat racun alam mimpi.

Keesokan paginya kami mutusin berangkat sekitar jam 8 pagi setelah sarapan (Sebagian dari kami ada yang ga ikut nerus’in perjalan sampai dipuncak). Disini ni bro petualangan yang sebenernya!! tapi,…. dah sore nich & kerjaanku belom kelar jadi aq terusin critanya ntar kalo da kesempatan & waktu luang gi, OK!!

GBU,….. 😀