Si Bodoh & Si Pintar

19 10 2010

Mendengar tema or judul diatas pasti kalian ngira ini bakal bahas tentang cerita Alkitab, tapi buang jauh pikiran itu karna ini hanya cerita pengalamanku yang aku anggap bagus buat share ke temen-temen.
Cerita ini terjadi pada siang hari, disaat aku sibuk, temen sekantorku cloteh menanyaiku suatu hal yang menurutku aneh “Tau gak apa bedanya orang pinter & orang bodoh?”, karna saat itu aku sibuk aku bilang gak tau aja, tapi tau gak kalian apa jawabannya?? Pnasaran?

“Orang bodoh selalu sadar akan kebodohannya makanya dia membodohi (mempekerjakan) Orang-orang pinter untuk jadi kaya, sedangkan orang pinter
Setelah sadar di bodohi orang bodoh, dia sudah terlambat! Karena itu gak ada orang pinter yang menjadi kaya”.

Mendengar perkataan itu aku merasa aneh kok bisa, tapi dalam kenyataannya liat deh smakin lama kita ikut dalam panggung sandiwara pendidikan & semakin tinggi kita memperoleh gelar, maka pluang pekerjaan makin banyak kita dapat. Dalam kesibukan yang menjerumus ke berbagai hal sesat akhirnya GOD ingetin aku tentang khotbah Mas Yuli dulu tentang Williams James Sidis waktu ibadah pemuda dulu. Dalam kotbah dijelaskan bahwa Williams adalah orang terpandai dalam sejarah dunia, tapi sadar gak kalian bahwa nama Williams ini justru kalah terkenal dibanding nama si bodoh Thomas Alfa Edison. Bahkan anehnya Thomas kita sebut orang pintar yang berjasa bagi masa depan, sampai sekarang penemuannya sangat membantu kita.
Dari sibuk kerja aku buka browser & berselancar or berinternet, tau gak apa yang mengagetkan aku? Thomas Alfa Edison benar-benar dikeluarkan dalam sekolahnya karena nilainya yang buruk & salah satu telinganya tuli saat umur 11 Tahun, Milyader termuda Mark Zukerberg pembuat situs favorit kita FACEBOOK ternyata semasa kuliah dia adalah mahasiswa DO dari univertas Harvard, Albert Einstein seorang anak pemalu ini dikeluarkan dari sekolahnya waktu SLTP dan parahnya dia merasakan bangku SLTP selama 3 bulan saja.
Sekarang taukah apa yang dalam pikiranku? Film ”YES MAN” seakan membuatku semangat mengartikan pertanyaan itu, ”Slalu katakan YA pada setiap peluang, katakan YES MAN!!” Apa yang membedakan Williams yang pinter dengan yang lain? USAHA! Dan apa yang menyamakan perbedaab mereka? PELUANG!
TUHAN memberikan kita semua peluang-peluang dalam hidup untuk menggapai kesuksessan, tinggal apakah kita sadar, mau & siap atau tidak dengan peluang yang TUHAN berikan pada kita. Williams, TUHAN telah mengaruniakan kepandaian yang luar biasa tapi dia tidak mau memanfaatkan sehingga kepandaianpun jadi suatu hal yang percuma sedangkan Thomas, Einstein & Mark sadar akan peluang, mau & siap menggapai kesuksessan, hmmm….. jadi mau pinter atau bodohkah kalian??
Yang jelas kita anak GOD pasti pinter-pinter sadar, mau plus siap setiap ada peluang menuju kesuksessan! Bersama GOD gak da yang mustahil & gak ada kata terlambat seperti pertnyaan diatas, jadi semakin kuat & maju trus bersama God!!

CIAYO……
GBU (^^);

Iklan




Berpikir Kedepan

21 03 2009

Kalian tahu Thomas Alva Edison???
Pasti kalian tahu bahkan sejarah kehidupannya tak jarang dibuat sebagai motivator kehidupan. OK, kita lupakan sejenak nama Thomas, coba kalian tutup mata dan sebutkan nama-nama tokoh terkenal yang lainnya. Pikirkan saja tokoh indonesia yang saat ini namanya melambung terkenal.

Ponari ? yang punya batu ajaib bahkan ada plesetan “PONARI SWEET”.
Syeh Fuji ? orang tua yang kayaknya punya hobi kawin sama anak kecil.

Coba kalian pikir sampai kapan nama mereka masih dikenal masyarakat?
Kita pergi saja dari indonesia dan pikirkan nama-nama orang yahudi lagi, pernahkah kalian berfikir kenapa orang-orang yahudi yang selalu mencetak sejarah? Kalian tahu nama William James Sidis? Mungkin sedikit orang yang tahu tentang William. William James Sidis adalah mahkluk jenius yang pernah ada dalam dunia ini. Dalam usia 8 bulan dia sudah dapat makan sendiri memakai sendok, kurang dari 2 tahun William sudah bisa membaca bahkan setiap pagi selalu membaca New York Times, sebelum berusia 8 tahun dia bahkan telah menulis buku anatomy dan astronomy, pada usia 11 tahun dia diterima dalam universitas Harvard sebagai murid termuda bahkan kejeniusannya membuat Harvardpun terpesona. William juga satu-satunya orang yang bisa belajar bahasa asing sepenuhnya dalam satu hari dan dia telah mengusai 200 jenis bahasa dalam dunia IQnyapun mencapai 250-300. Dengan kejeniusan yang hebatpun ternyata tidak cukup untuk menjadi sukses, buktinya nama William sedikit orang yang tahu tak setenar dengan nama Thomas.

Mari sekilas kita liat sejarah Thomas, pada masa kecilnya Thomas slalu mendapat nilai buruk dikelasnya. Karna kebodohannya akhirnya Thomas dikeluarkan dari sekolah dan diajar ibunya sendiri dirumah. Saat berumur 11 tahun Thomas bekerja sebagai penjaja makanan di stasiun kereta api. Karna suatu masalah Thomas pernah dipukul oleh penjaga kereta yang mengakibatkan salah satu telinganya tuli.

Trus apa yang membedakan William dan Thomas dalam meraih kesuksesan??

Dalam meraih suatu keberhasilan ternyata hanya membutuhkan 1 % kejeniusan dan 99 % usaha. Lihat perbadingan William dan Thomas, seorang anak bodoh plus tuli bisa mengalahkan seorang super jenius dalam bidang teknologi. Salah satu kesalahan William adalah dia tidak menggunakan kejeniusannya untuk bereproduksi “berkembang” membuat suatu sejarah baru, dia hanya fakum dan cuma menujukkan bakatnya saja. Kebanyakan orang memang lemah dan malas bila telah merasa bisa akan suatu hal, padahal pada masa itu adalah masa dimana orang baru berkembang menuju tingkat kemampuan yang sesungguhnya. Pujian dan sanjungan itu baik tapi lebih baik pukulan dan makian yang membangun. Coba sekali lagi pejamkan mata kalian dan berfikirlah “Ingin jadi apa kalian kelak?”. Bila kalian merasa mampu dan ingin akan bayangan kalian terwujud lakukalah itu dari sekarang.

“Hidupmu sekarang bagian dari penentuan masa depanmu, Jadi lakukan semua yang kalian bisa.”